Gerakan Pasar Murah Dinilai Efektif Tekan Inflasi Sumbar Selama Ramadan dan Lebaran

Gerakan Pasar Murah Dinilai Efektif Tekan Inflasi Sumbar Selama Ramadan dan Lebaran

Foto: sumbarprov.go.id

Langgam.id — Upaya pengendalian harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar dinilai efektif menahan laju inflasi di Sumatera Barat selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, M Abdul Madjid Ikram, mengatakan inflasi daerah pada Maret 2026 tercatat hanya sebesar 0,04 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,41 persen.

“Pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri cukup efektif. Sinergi melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah berhasil menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/4/2026).

Secara kumulatif, Sumatera Barat bahkan mencatat deflasi sebesar 0,82 persen sejak Januari hingga Maret 2026. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/yoy) berada di level 3,37 persen, masih dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Menurut Madjid, tekanan inflasi pada Maret terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan. Sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, jengkol, dan ikan tongkol mengalami kenaikan harga.

Namun demikian, tekanan tersebut berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama. Cabai merah, bawang merah, dan beras tercatat mengalami deflasi berkat membaiknya pasokan serta distribusi yang didukung kerja sama antar daerah.

Selain itu, penurunan harga emas global dan kebijakan diskon tarif angkutan udara selama periode hari besar keagamaan turut menahan laju inflasi.

Madjid menegaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terus memperkuat sinergi lintas sektor.

Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, terutama untuk menjaga stabilitas harga pascabencana dan menghadapi potensi gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem.

Selain itu, penguatan kerja sama antar daerah berbasis neraca pangan serta peningkatan produktivitas pertanian melalui program Sekolah Lapang juga akan terus didorong.

“Ke depan, inflasi Sumatera Barat diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran nasional. Namun, risiko global seperti gejolak harga energi dan pangan tetap perlu diwaspadai,” kata Madjid.

Dengan berbagai langkah tersebut, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga, sekaligus mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Tag:

Baca Juga

Rakor Pengendalian Inflasi, Pemda se- Sumbar Komit Kendalikan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru
Rakor Pengendalian Inflasi, Pemda se- Sumbar Komit Kendalikan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru
Cabai dan Emas Picu Inflasi Sumbar, TPID Dorong Penguatan Strategi Pengendalian Harga
Cabai dan Emas Picu Inflasi Sumbar, TPID Dorong Penguatan Strategi Pengendalian Harga
Langgam.id - Kenaikan harga BBM turut berdamopak terhadap harga pangan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), salah satunya Cabai Merah.
Inflasi Sumbar September 2025 Tembus 4,22 Persen Dipicu Kenaikan Harga Cabai Merah
Dipicu Kenaikan Harga Cabai dan Beras, Inflasi Kota Padang Panjang Agustus 2025 Sebesar 2,75 Persen
Dipicu Kenaikan Harga Cabai dan Beras, Inflasi Kota Padang Panjang Agustus 2025 Sebesar 2,75 Persen
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Harga cabai di Pasar Raya Padang mengalami kenaikan jelang Ramadan. 
Agustus 2025: Sumbar Inflasi 2,89 Persen Dipicu Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Harga cabai di Pasar Raya Padang mengalami kenaikan jelang Ramadan. 
Pengendalian Inflasi, Pj Wako Padang Panjang Minta Harga Cabai Diprioritaskan