DPR RI Dorong Sumbar Sediakan Resep Makanan Haji Nusantara

Langgam.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) untuk berkontribusi dalam penyediaan resep makanan khas nusantara bagi jemaah haji Indonesia. Saleh menyebutkan, rendang dan kuliner khas Sumbar lainnya dapat menjadi andalan dalam meningkatkan kualitas layanan makanan bagi para jemaah di Tanah Suci.

“Jemaah haji kita berjumlah 241 ribu orang dan berada di Tanah Suci selama 40 hari. Mereka tentu membutuhkan makanan bercitarasa nusantara yang sesuai selera. Namun, penyediaan makanan ini membutuhkan anggaran yang besar, bahkan bisa mencapai miliaran,” ujar Saleh saat kunjungan kerja ke Kota Padang, Jumat (6/12/2024).

Rendang, Potensi Besar Sumbar

Saleh menekankan bahwa Sumbar memiliki peluang besar untuk menjadi penyedia resep makanan haji. Menurutnya, rendang dan aneka kuliner khas lainnya tidak hanya lezat tetapi juga memiliki daya tahan tinggi, menjadikannya pilihan ideal untuk konsumsi jemaah.

“Gubernur terpilih harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar Sumbar dapat berperan aktif dalam penyediaan makanan haji. Kerja sama ini perlu melibatkan perusahaan kuliner lokal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar,” tambahnya.

Saleh mengingatkan bahwa rencana ini membutuhkan perencanaan matang jauh sebelum musim haji tiba. Ia mendorong pelibatan perusahaan kuliner lokal untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.

Dukung Ekonomi Kreatif dan Inovasi Produk Lokal

Selain membahas penyediaan makanan haji, Saleh juga menyerap aspirasi dari pelaku ekonomi kreatif di Sumbar, termasuk perajin batik tanah liek. Ia mengingatkan pentingnya inovasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

“Jangan hanya mengandalkan produk warisan. Harus ada inovasi, seperti mendesain songket agar lebih fleksibel digunakan untuk kegiatan sehari-hari, bukan hanya acara adat,” ujar Saleh.

Ia juga mendorong Balai Pelayanan Jasa Industri (BPJI) di Sumbar untuk memperluas perannya. Menurutnya, BPJI harus lebih aktif dalam memberikan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar, selain fungsi utamanya sebagai pemberi sertifikasi.

“Kompetisi semakin ketat. BPJI harus proaktif menawarkan pelatihan yang membantu masyarakat meningkatkan kualitas produk mereka,” katanya.

Harapan untuk Masa Depan Sumbar

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Saleh optimistis Sumbar mampu memaksimalkan peluang untuk mendukung program pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Dari kuliner hingga produk kreatif, Sumbar memiliki banyak potensi. Dengan kolaborasi yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan, saya yakin Sumbar bisa menjadi daerah yang berdaya saing tinggi,” tutupnya.

Tag:

Baca Juga

Lampaui Target, Rendang untuk Korban Gempa NTT Terkumpul 1,8 Ton
Lampaui Target, Rendang untuk Korban Gempa NTT Terkumpul 1,8 Ton
Luas lahan perkebunan kelapa sawit di Sumatra Barat (Sumbar) berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2022 mencapai 251.591,14 hektare (Ha).
Pajak Air Permukaan Sektor Perkebunan di Sumbar Dipersoalkan, Ekonom: Jangan Ada Tagihan Tanpa Dasar Pengukuran
Polisi Razia Tambang Emas di Solok Selatan, Hanya Temukan Peralatan Bekas Tambang
Polisi Razia Tambang Emas di Solok Selatan, Hanya Temukan Peralatan Bekas Tambang
Gubernur Mahyeldi Dorong Pertanian Sumbar Berbasis Smart Farming
Gubernur Mahyeldi Dorong Pertanian Sumbar Berbasis Smart Farming
Korban Terseret Ombak di Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal
Korban Terseret Ombak di Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal
Bobolkah Benteng Integritas Perguruan Tinggi oleh Penyakit Korupsi Negeri?
Bobolkah Benteng Integritas Perguruan Tinggi oleh Penyakit Korupsi Negeri?