Diprediksi Meningkat 5 Persen, Pemko Padang Pastikan Hewan Kurban Aman dari PMK

Diprediksi Meningkat 5 Persen, Pemko Padang Pastikan Hewan Kurban Aman dari PMK

Sapi lokal Pesisir Selatan (foto: pesisirselatankab.go.id)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang memprediksi jumlah hewan kurban di daerah itu bakal meningkat 3-5 persen dari pemotongan hewan kurban tahun lalu, menyusul kian pulihnya ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat menjelaskan, pada tahun lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 7.926 ekor terdiri atas 6.990 ekor sapi dan 936 ekor kambing.

Meski adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, pihaknya memprediksi jumlah hewan kurban yang dipotong diprediksi meningkat tiga sampai dengan lima persen dari jumlah hewan kurban tahun sebelumnya.

“Peningkatan jumlah sapi hewan kurban disebabkan karena semakin membaiknya tingkat perekonomian masyarakat sejak semakin terkendalinya pandemi covid-19 di Kota Padang,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Menurutnya, bukan wabah PMK yang mempengaruhi, tetapi ekonomi yang semakin membaik sehingga kemampuan orang untuk berkurban cukup tinggi. Pihaknya juga memastikan kebutuhan hewan kurban pada tahun ini terpenuhi dengan baik.

“Enam bulan menjelang Hari Raya Idul Adha, para pedagang sapi di Kota Padang biasanya sudah memesan hewan kurban ke luar daerah. Sekarang, tinggal mendatangkannya lagi,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya menghitung sudah seperempat dari kebutuhan hewan kurban yang telah didatangkan ke Kota Padang. Kebutuhan sapi kurban di Kota Padang dipasok dari berbagai daerah seperti Pesisir Selatan, Pariaman, Solok Selatan, Bengkulu, hingga Lampung.

Pihaknya juga sangat berhati-hati dengan sapi yang didatangkan dari Medan, Aceh, kemudian dari dalam provinsi seperti Sijunjung, Solok, dan Tanah Datar. Sebab, daerah tersebut dinyatakan sebagai zona kuning penyebaran wabah PMK. Sapi yang dipesan tidak berasal dari daerah yang terkena wabah.

“Untuk mengantisipasi hewan kurban yang didatangkan tidak terpapar PMK, kita juga telah mengumpulkan para pedagang agar memasok hewan kurban dari daerah yang tidak terkena wabah PMK,” katanya.

Kemudian, hewan kurban yang didatangkan juga harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan. Setelah hewan kurban sampai di Kota Padang juga bakal ada petugas yang memeriksa.

“Kita juga menurunkan tim untuk melihat sapi-sapi di kandang penampungan apakah ada penyakit atau tidak,” katanya.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Dinilai Strategis, Wako Padang Sampaikan 3 Ranperda ke DPRD
Dinilai Strategis, Wako Padang Sampaikan 3 Ranperda ke DPRD
Perkuat Literasi dan Kreativitas Pemuda, Pemko Padang Jajaki Kolaborasi dengan PWI Sumbar
Perkuat Literasi dan Kreativitas Pemuda, Pemko Padang Jajaki Kolaborasi dengan PWI Sumbar
Tempat Hiburan Malam dan Peredaran Miras Jadi Sorotan di Padang, Polisi Gelar Rakor
Tempat Hiburan Malam dan Peredaran Miras Jadi Sorotan di Padang, Polisi Gelar Rakor
Pengunjung Positif Narkotika, Pemko Padang Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan Malam
Pengunjung Positif Narkotika, Pemko Padang Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan Malam
Pemko Padang Janjikan Gangguan Air PDAM Tuntas Pekan Ini
Pemko Padang Janjikan Gangguan Air PDAM Tuntas Pekan Ini
Wali Kota Fadly Amran Ajak PDPI Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Sehat
Wali Kota Fadly Amran Ajak PDPI Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Sehat