Diikuti 78 Siswa, Wawako Pariaman Buka Festival Malingka Carano

Diikuti 78 Siswa, Wawako Pariaman Buka Festival Malingka Carano

Peserta Festival Malingka Carano Jo Arai Pinang Tingkat Kota Pariaman Tahun 2022. [Foto: Kominfo Pariaman]

Berita Pariaman – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Diikuti 78 Siswa, Wawako Pariaman Buka Festival Malingka Carano.

Langgam.id – Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin membuka Festival Malingka Carano jo Arai Pinang Tingkat Kota Pariaman Tahun 2022 yang diikuti 78 siswa SD/MI se Kota Pariaman, Kamis (24/3/2022).

“Kami mengapresiasi stakeholder terkait, baik Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, maupuan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kota Pariaman, yang telah meyelenggarakan festival ini,” kata Mardison.

Festival itu dilaksanakan di Panggung Utama Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Selainmengapresiasi, pemerintah kota juga mengucapkan terima kasih pada pihak terkait penyelenggaraan festival.

Menurutnya, kebaradaan carano pada setiap prosesi adat sangat penting. Carano merupakan benda yang disuguhkan kepada tamu atau pemangku adat yang melambangkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut tamu tersebut.

“Dengan perkembangan zaman yang serba digital, kami bangga kepada panitia yang kembali mengenalkan alat-alat tradisional pada generasi penerus. Apalagi menjadikannya festival sehingga anak-anak paham dan mengerti makna carano,” tuturnya.

Festival Malingka Carano jo Arai Pinang Tingkat Kota Pariaman Tahun 2022, merupakan festival penting untuk kembali membuat anak-anak mengerti makna adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Budaya Minangkabau di era digitalisasi nyaris hilang dengan cepatnya perkembangan zaman.

Mardison berencana menjadikan festival itu sebagai agenda tahunan sehingga anak-anak kembali melestarikan budaya Minangkabau. Diharapkan, di manapun mereka berada, mampu menjunjung tinggi nilai adat dan budaya.

“Untuk setiap sekolah, kami harapkan lebih banyak mengenalkan budaya Minangkabau pada pelajaran muatan lokal,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman Kanderi mengatakan, tujuan festival, disamping melestarikan budaya Minangkabau kepada siswa, juga untuk mengasah keterampilan anak-anak dalam merangkai.

Disampaikan juga, para peserta akan memperebutkan total hadiah Rp 4 juta. Sementara juara umum akan memperoleh piala bergilir Pemko Pariaman.

Baca juga: Ratusan Sepeda Gunung Bakal Padati Jalanan di Kota Pariaman

Pemenang juga akan mendapat tropi dan piagam. “Semoga untuk tahun berikutnya, festival ini dilanjutkan ke tingkat SMP bahkan SMA yang ada di Kota Pariaman” tuturnya.

Dapatkan update berita Pariaman – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu
Ilustrasi mati lampu PLN
Mati Lampu Massal, Berikut Daftar Daerah Terdampak