Langgam.id — Momentum Dies Natalis ke-53 Institut Teknologi Padang (ITP) dimanfaatkan untuk mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kebencanaan, khususnya di Sumatera Barat yang rawan bencana.
Hal itu mengemuka dalam orasi ilmiah yang disampaikan dosen ITP, Hendri Nofrianto, bertajuk “Dari Bencana Menuju Ketangguhan” pada kegiatan Dies Natalis ke-53 ITP di Kampus I ITP, Padang, Rabu (8/4/2026).
Hendri menilai, belum semua perguruan tinggi memiliki empati dan keterlibatan langsung dalam isu kebencanaan. Padahal, menurut dia, wilayah Sumatera Barat memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, baik di kawasan jalan maupun aliran sungai.
“Masih sedikit perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan. Padahal banyak persoalan kebencanaan yang membutuhkan kontribusi keilmuan,” ujar Mantan Rektor ITP itu.
Ia mendorong agar dosen dan mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi terlibat langsung dalam proyek-proyek di lapangan. Salah satunya melalui kegiatan magang di kawasan rawan bencana seperti Malalak.
“Ajak mahasiswa belajar langsung ke lapangan. Banyak ilmu yang bisa dipelajari, mulai dari penguatan tebing hingga pembangunan jembatan,” katanya.
Menurut Hendri, ITP perlu memperkuat peran melalui pembentukan pusat kajian infrastruktur kebencanaan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pembekalan dasar keilmuan yang kuat bagi mahasiswa, seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih.
“Sekarang analisis hingga perencanaan sudah banyak dibantu software. Yang penting adalah dasar ilmunya, kemudian dikembangkan melalui kolaborasi di lapangan,” ujarnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang (YPTP), Ampri Satyawan, menyampaikan harapan agar ITP terus berkembang dan melahirkan lulusan yang inovatif serta bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menilai, kontribusi alumni ITP sudah terlihat di berbagai sektor, termasuk dalam bidang pertanahan dan kebencanaan.
“Kita ingin ITP lebih maju dan berdampak. Banyak alumni yang ilmunya terpakai di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Rektor ITP, Maidiawati, menegaskan bahwa ITP sejak awal berdiri lahir dari semangat kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, ITP berkembang dari lembaga kursus teknik hingga menjadi institut yang terus memperluas akses dan kualitas pendidikan.
“ITP hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.
Menurut dia, kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk keterlibatan dalam penanganan bencana di Sumatera Barat melalui tim “ITP Peduli” serta program “Mahasiswa Berdampak”.
Saat ini, ITP didukung oleh puluhan dosen tetap dan tenaga kependidikan dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Ke depan, ITP berkomitmen meningkatkan mutu akademik, memperkuat riset dan inovasi, serta memperluas kerja sama di tingkat nasional dan internasional.
“Kita tidak hanya ingin menjadi institusi yang baik, tetapi institusi yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Maidiawati.






