Diduga Palsu, 2.993 Karung Pupuk Disita Polisi di Pasaman Barat

Diduga Palsu, 2.993 Karung Pupuk Disita Polisi di Pasaman Barat

Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menyita 2.993 karung pupuk yang diduga palsu. (Foto: Dok. Polres Pasaman Barat)

Langgam.id – Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menyita 2.993 karung pupuk yang diduga palsu.

Situs resmi Polres Pasaman Barat merilis, pupuk jenis NPK Daun Mutiara dan TSP 36 seberat 147 ton tersebut disita di salah satu gudang pupuk di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (02/04/2023).

“Kita mengamankan pupuk itu di dua titik gudang dengan menyita dan membuat garis polisi atau police line pupuk tersebut,” kata Kasubdit 1 Indaksi Ditreskrimsus Polda Sumbar Kompol Herianto di Mapolres Pasaman Barat dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengatakan, pupuk yang diamankan itu tidak sesuai dengan kadar atau label yang tertera di karung. Seperti seharusnya kandungan natrium 15 persen, pospat 15 persen dan kalium 15 persen ternyata sesuai hasil pemeriksaan dari Balai Riset dan Standardisasi kandungannya tidak sampai satu persen.

“Hal itu tentu sangat merugikan petani di Sumatera Barat khususnya di Pasaman Barat,” katanya.

Kompol Herianto merinci hasil dari penyitaan petugas dilapangan dari 147 ton atau 2.933 karung pupuk itu untuk pupuk jenis NPK Mutiara sebanyak 2.187 karung atau 109 ton dan TSP 36 sebanyak 746 karung atau 37 ton.

“Dari hasil penyidikan sumber pupuk itu dari pulau Jawa seperti dari Bandung, Ciputat dan Gresik. Pemilik menjual pupuk NPK Daun Mutiara ke masyarakat Rp.110.000,- ribu per karung dan pupuk TSP 35 seharga Rp.125.000,- per karung,” katanya.

Pihaknya belum menetapkan tersangka dalam perkara itu dan pemilik toko itu akan diperiksa lebih jauh termasuk berapa lama dia melakukan aktifitas menjual pupuk itu.

Polisi mengimbau kepada masyarakat khsusnya petani agar hati-hati dalam membeli pupuk. Jangan melihat harga murah saja tetapi lihat kualitas pupuknya sehingga tidak merugikan petani.

“Kalau ada ditemukan indikasi ditemukan pupuk yang tidak sesuai label atau kadarnya segera laporkan ke pihak berwajib. Kita juga akan memantau peredaran pupuk di kabupaten atau kota lainnya,” katanya.

Penyitaan dan pengamanan pupuk itu juga didampingi oleh Satreskrim dan Sat Intelkam Polres Pasaman Barat serta disaksikan oleh warga dan kepala jorong setempat.(*/Selvi)

Tag:

Baca Juga

Pengecoran Bahu Jalan di Nagari Talang, Jalur Padang-Solok Macet
Pengecoran Bahu Jalan di Nagari Talang, Jalur Padang-Solok Macet
Semester I 2026, KAI Sumbar Salurkan Dana CSR Lebih dari Rp285 Juta
Semester I 2026, KAI Sumbar Salurkan Dana CSR Lebih dari Rp285 Juta
Pembangunan Infrastruktur Taat Hukum, HK Kerja Sama dengan Kejati Sumbar
Pembangunan Infrastruktur Taat Hukum, HK Kerja Sama dengan Kejati Sumbar
Hari Bhayangkara, Gubernur Mahyeldi: Momentum Perkuat Sinergi Polri dan Pemda untuk Masyarakat
Hari Bhayangkara, Gubernur Mahyeldi: Momentum Perkuat Sinergi Polri dan Pemda untuk Masyarakat
Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi pada Jumat (22/12/2023) sekitar pukul 12.19 WIB. Lontaran abu vulkanik cukup tinggi, namun kolom
5 Negara Asal Wisman Terbanyak Kunjungi Sumbar pada Mei 2026
BPS mencatat, jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat dan yang datang dari BIM pada Agustus 2024 turun masing-masing
Mei 2026: BPS Catat Kunjungan Wisman ke Sumbar Capai 7.717 Orang