Langgam.id — Bank Nagari terus memperluas jaringan layanannya dengan meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Baso di Kabupaten Agam. Kehadiran kantor baru ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Agam dan sekitarnya, termasuk Kota Bukittinggi, yang kini semakin mudah mengakses layanan perbankan.
KCP Baso resmi mulai beroperasi pada Senin, 23 Februari 2026. Kantor ini berlokasi di Jalan Raya Bukittinggi–Payakumbuh KM 10, Jorong Koto Hilalang, Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan pembukaan KCP Baso merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kehadiran KCP Baso ini adalah wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan perbankan sekaligus mempermudah akses transaksi keuangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Baso, Ampek Angkek, Kabupaten Agam, dan Kota Bukittinggi,” ujar Gusti Candra dalam keterangannya.
Menurutnya, lokasi KCP Baso yang berada di jalur strategis Bukittinggi–Payakumbuh dinilai sangat potensial karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Dengan hadirnya kantor cabang pembantu ini, Bank Nagari berharap dapat menjangkau lebih banyak nasabah, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, aparatur sipil negara, hingga masyarakat umum.
Gusti Candra menambahkan, Bank Nagari berkomitmen memberikan layanan yang amanah, profesional, dan terpercaya. Selain layanan transaksi perbankan seperti pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, transfer, hingga pembayaran berbagai tagihan, KCP Baso juga diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah tersebut.
“Sebagai bank pembangunan daerah, kami tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Sumatera Barat. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat,” katanya.
Dengan peresmian KCP Baso ini, Bank Nagari semakin memperkuat eksistensinya sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.




