Langgam.id — Pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp400 miliar untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru Gunung Pangilun di Kota Padang, Sumatera Barat. Pembangunan instalasi berteknologi modern tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2027 sebagai bagian dari penguatan sistem penyediaan air minum yang lebih andal dan tahan bencana.
Hal itu terungkap saat Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau IPA Gunung Pangilun milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Jumat (30/1/2026). Dalam peninjauan tersebut turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta unsur terkait lainnya.
Dalam kunjungan itu, rombongan mendengarkan pemaparan mengenai kondisi intake dan jaringan perpipaan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, sekaligus mengevaluasi penanganan darurat serta rencana penguatan sistem penyediaan air bersih Kota Padang ke depan.
Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani krisis air bersih yang terjadi pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Ia menjelaskan bahwa perbaikan intake dan jaringan perpipaan Perumda AM telah mencapai 98,9 persen dan ditargetkan selesai pada awal Februari 2026.
Meski demikian, distribusi air bersih belum sepenuhnya optimal karena masih menggunakan pipa sementara sehingga tekanan air ke pelanggan belum maksimal. Untuk meringankan beban masyarakat terdampak, Pemerintah Kota Padang menggratiskan tagihan PDAM dan retribusi sampah pada Februari bagi sekitar 1.382 pelanggan.
Selain langkah jangka pendek, pemerintah kota juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan sekitar 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan. Menurut Fadly, IPA Gunung Pangilun yang ada saat ini sudah tidak layak dan membutuhkan solusi permanen sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Ia menyebutkan pemerintah kota mengusulkan pembangunan dua sistem penyediaan air minum baru berkapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Salah satu usulan tersebut telah disetujui pemerintah pusat, yakni SPAM Palukahan dengan tambahan kapasitas 300 liter per detik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus penguatan sistem air bersih di Kota Padang. Menurut dia, penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada kondisi darurat, tetapi juga diarahkan pada pembangunan sistem yang lebih aman dan tangguh.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa IPA Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik akan digantikan dengan instalasi baru karena instalasi lama peninggalan Grémont Prancis yang dibangun pada 1957 dinilai tidak lagi layak, terutama pascagempa 2009.
Instalasi baru tersebut akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan seluas sekitar 13.100 meter persegi. Dengan dukungan anggaran pusat Rp400 miliar, IPA baru ini ditargetkan melayani sekitar 40.730 pelanggan atau sekitar 31 persen dari total pelanggan Perumda AM Kota Padang.
Selain meninjau IPA Gunung Pangilun, Menteri PU bersama Wali Kota Padang dan rombongan juga meninjau Irigasi Gunung Nago serta Intake Palukahan Lubuk Minturun sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem penyediaan air minum di Kota Padang.






