Covid-19 Bikin Omset Tukang Pangkas Merosot

Covid-19 Bikin Omset Tukang Pangkas Merosot

Sumber: AMCNews.co.id

Langgam.id – Pandemi Covid-19 merusak sendi kehidupan hampir seluruh masyarakat penjuru dunia. Dampak yang sangat dirasakan dari segi perekonomian.

Jasa cukur rambut satu dari sekian banyak yang ikut merasakan dampak Covid-19.

Rusnovendra (43) misalnya, tukang cukur rambut di kawasan Pasar Inpres Lubuk Basung ini tetap harus bertahan meski penghasilannya merosot drastis. Pria yang akrab dipanggil Darus tersebut mengatakan, sejak tahun 2007 dirinya melakoni jasa cukur rambut di Lubuk Basung.

“Alhamdulillah, sudah 13 tahun saya buka jasa cukur rambut di Pasar Inpres ini,” ujarnya, kemarin, sebagaimana dicuplik dari amcnews.co.id.

Sebelumnya, Darus mengaku, mencukur rambut adalah keahlian yang didapat secara otodidak. Awalnya ia bekerja dengan orang di kampungnya, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Setelah nikah, Darus pindah ke Lubuk Basung, agar lebih dekat dengan kampung istri, di Kampuang Dagang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari. Di Pasar Inpres ini, Darus menyewa ruko Rp 7,5 juta per tahun.

“Meskipun hanya seorang tukang cukur rambut, tapi Alhamdulillah bisa menghidupi keluarga, sedikit menabung, dan mengirimkan uang untuk orang tua di kampung,” tambahnya

Tukang cukur rambut, walaupun terdengar kuno, jika dibandingkan dengan berbagai macam nama tempat potong rambut lainya semacam barbershop atau salon, namun dalam hal model dan gaya rambut, Darus tidak ketinggalan zaman, bahkan ia menyiapkan pilihan dari berbagi model dan gaya rambut kepada pelanggan, yang dipasang di salah satu sisi ruangannya.

Terkait harga, untuk orang dewasa, Darus mematok harga sebesar Rp15 ribu, remaja sebesar Rp12 ribu, dan untuk anak- anak sebesar Rp10 ribu.

“Dahulu bisa mencapai 30 orang bahkan lebih dalam sehari. Namun sejak pandemi Covid-19, dalam sehari, paling banyak hanya 15 orang, bahkan pernah tidak ada sama sekali,” jelas bapak 3 anak itu dengan raut wajah lesu.

Lebih lanjut Darus menjelaskan, alasan kenapa dia memilih membuka tempat potong rambut di kawasan Pasar Inpres Padang Baru, karena selain salah satu pusat keramaian yang ada di daerah itu, lokasinya pun dekat dengan perkantoran dan sekolah.

“Biasanya yang menjadi sumber pemasukan terbesarnya adalah dari anak-anak sekolah, dan pegawai kantoran, pasalnya di sekolah dan di kantor, harus berpenampilan rapi, dan berambut pendek,” ulasnya.

Pandemi Covid-19 memang sangat berdampak terhadap perekonomian, banyak diantaranya usaha masyarakat yang gulung tikar. Namun ditengah sulitnya perekonomian, Darus tetap mampu bertahan dan berjuang, demi menghidupkan keluarganya.

Darus berharap, semoga pandemi Covid -19 ini segera usai, sehingga perekonomian dapat kembali berjalan normal. (Osh)

Tag:

Baca Juga

Kabut Asap Riau
Walhi Kritik Mitigasi Kabut Asap di Sumbar: Jangan Sekadar Imbauan dan Bagi Masker
Kisah Nayya, Atlet Payakumbuh yang Sapu Bersih 4 Emas Panahan Porprov Sumbar
Kisah Nayya, Atlet Payakumbuh yang Sapu Bersih 4 Emas Panahan Porprov Sumbar
SPSI Desak Pembentukan UMK Padang, Soroti Buruh Bergaji di Bawah Ketentuan
SPSI Desak Pembentukan UMK Padang, Soroti Buruh Bergaji di Bawah Ketentuan
Kota Payakumbuh Juara Umum Cabor Panahan di Porprov Sumbar, Sabet 10 Medali Emas
Kota Payakumbuh Juara Umum Cabor Panahan di Porprov Sumbar, Sabet 10 Medali Emas
Direktur Walhi Sumbar Tomy Adam mendesak Polda Sumbar bongkar pembengking tambang ilegal
Walhi Sumbar Temukan Dugaan Pembukaan Lahan di Hulu DAS Air Dingin Padang
Buruh Demo di Padang, Minta Perusahaan yang Langgar Hak Pekerja Ditindak
Buruh Demo di Padang, Minta Perusahaan yang Langgar Hak Pekerja Ditindak