Cegah Stunting dengan Gizi Tepat: Mengapa Anak Butuh Makanan Berkualitas Sejak Dini

Cegah Stunting dengan Gizi Tepat: Mengapa Anak Butuh Makanan Berkualitas Sejak Dini

Ilustrasi Anak Stunting. Foto: Shutterstock

Oleh : Wellyalina, S.TP., M.P.

Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka yang mengkhawatirkan, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkannya. Salah satu kunci utama dalam mencegah stunting adalah dengan memastikan anak mendapatkan asupan gizi seimbang melalui makanan berkualitas sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Gizi seimbang mencakup asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kekurangan salah satu unsur gizi ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada periode krusial seperti masa kehamilan dan balita. Protein, misalnya, sangat penting untuk membangun jaringan otot dan pertumbuhan sel, sementara vitamin dan mineral, seperti zat besi, kalsium, dan vitamin A, berperan dalam perkembangan tulang, otak, dan sistem imun.

Stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan kognitif, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas hidup di masa depan. Oleh karena itu, memastikan asupan gizi seimbang bagi anak-anak sejak dini sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Peran orang tua dan lingkungan sangat vital dalam memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak. Edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang harus terus didorong, terutama di daerah-daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Selain itu, pemerintah perlu berkolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat untuk memperbaiki akses terhadap bahan makanan bergizi yang terjangkau.

Program bantuan pangan yang difokuskan pada penyediaan makanan bergizi bagi keluarga berpenghasilan rendah, serta edukasi tentang pola makan sehat, merupakan langkah konkret yang dapat mengurangi angka stunting. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk mengembangkan kebiasaan menanam sayuran dan buah di pekarangan rumah sebagai solusi lokal dalam meningkatkan akses pangan bergizi.

Dengan demikian, stunting dapat dicegah melalui kesadaran bersama akan pentingnya gizi seimbang. Makanan berkualitas bukan hanya tentang mengatasi rasa lapar, tetapi juga tentang memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas

Tag:

Baca Juga

Diego Mauricio resmi bergabung ke Semen Padang FC untuk memperkuat pada putaran kedua Super League 2025/2026. Kedatangan Mauricio diinfokan
Diego Mauricio Resmi Bergabung ke Semen Padang FC, Begini Profilnya
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melakukan pertemuan dengan Direktur BUMD, BLUD, dan BMD Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri
Bupati Dharmasraya Kunjungi Kemendagri, Tindak Lanjuti Dokumen Perencanaan Pendirian BUMD
Yayasan Pendidikan Gempita Sumatra Barat melakukan perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang
Penuhi Hak Warga Binaan, Yayasan Pendidikan Gempita Teken MoU dengan Lapas Kelas II A Padang
Wako Padang Komit Dukung Kerjasama Pendidikan dan Pertukaran Pelajar Internasional
Wako Padang Komit Dukung Kerjasama Pendidikan dan Pertukaran Pelajar Internasional
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Bupati Tanah Datar, Eka Putra menerima secara simbolis 28 unit hunian sementara (huntara) Danantara dari Project Manager PT Nindya Karya
Terima 28 Unit Huntara di Guguak Malalo, Bupati Tanah Datar: Sangat Bagus, Ada Perabotannya