Calon Mahasiswa Perlu Tahu, Ini 10 Prodi Paling Diminati di Unand

Unand menggelar kuliah tatap muka secara luring untuk semester genap tahun ajaran 2021/2022.Perkuliahandimulai. Februari mendatang.

Kampus Unand [Foto: dokumentasi Unand]

Langgam.id – Calon mahasiswa baru yang akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun ini perlu tahu jurusan atau program studi (prodi) apa saja yang peminatnya sangat tinggi di perguruan tinggi tujuan. Sehingga misi untuk lulus di perguruan tinggi favorit bisa tercapai.

Mengetahui tingkat keketatan dan peminat di prodi favorit penting untuk mengukur peluang dan potensi calon mahasiswa bersangkutan untuk lulus.

Dengan begitu, calon mahasiswa bisa menyiapkan strategi dan memilih prodi yang betul-betul sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Tidak asal ikut teman ambil jurusan.

Untuk Universitas Andalas (Unand), misalnya, setidaknya ada 10 prodi yang memiliki tingkat keketatan atau persaingan masuk yang sangat tinggi.

Indeks keketatan adalah angka yang menggambarkan tingkat persaingan diterima di suatu program studi, dengan menghitung rumus jumlah peminat dibagi dengan daya tampung. Nah, semakin tinggi angka indeks keketatan maka semakin tinggi pula tingkat persaingan untuk lulus di prodi tersebut.

Data dari Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unand 2022/2023, 10 prodi dengan indeks keketatan paling tinggi di Unand pada 2021 lalu adalah, untuk kelompok sainteks, lima prodi paling ketat yakni Farmasi dengan indeks keketatan 29,56.

Kemudian, Prodi Sistem Informasi dengan indeks 25,82, Prodi Ilmu Biomedis dengan indeks 22,86, Prodi Kedokteran Umum dengan indeks 21,69, dan Prodi Kedokteran Gigi dengan indeks 20,32.

Semantara itu, untuk kelompok sosial humaniora, lima prodi dengan persaingan paling ketak adalah Prodi Ilmu Komunikasi dengan indeks keketatan 24,71, Prodi Manajemen dengan indeks 20,28, Prodi Administrasi Publik dengan indeks 15,18, Prodi Hubungan Internasional dengan indeks 12,14, dan Prodi Akuntansi dengan indeks 10,49.

Adapun, tahun ini Unand menerima 7.035 mahasiswa baru atau meningkat 8,82 persen dari penerimaan tahun sebelumnya sebanyak 6.465 mahasiswa.

Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH mengatakan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2022, Unand mengalokasikan kuota sebanyak 7.035 orang melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri (SIMA) Unand.

“Ada tambahan kuota tahun ini, yaitu kita terima sebanyak 7.035 mahasiswa baru. Bertambah 570 orang dari kuota tahun lalu sebanyak 6.465 orang,” katanya belum lama ini.

Ia menyebutkan penerimaan mahasiswa baru itu masing-masing melalui jalur SNMPTN dengan kuota 20 persen dari total penerimaan yaitu 1.407 orang, jalur SBMPTN dengan kuota 40 persen sebanyak 2.814 orang, dan SIMA Unand dengan kuota 40 persen sebanyak 2.814 orang.

Penerimaan mahasiswa baru Unand itu, lewat SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), dan SIMA Unand melalui panitia yang dibentuk sendiri oleh Unand.

Dapatkan update berita Universitas Andalas – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Kampanye 'Muda Naik Haji', BPKH Gandeng UNAND Regenerasi Jemaah
Kampanye ‘Muda Naik Haji’, BPKH Gandeng UNAND Regenerasi Jemaah
Pakar Hukum Internasional UNAND Nilai Serangan ke Iran Bertentangan dengan Piagam PBB
Pakar Hukum Internasional UNAND Nilai Serangan ke Iran Bertentangan dengan Piagam PBB
Kolaborasi Kampus dan Desa: Program Mahasiswa Berdampak HIMASEKTA Unand Dorong Kemandirian Ekonomi Batu Busuk
Kolaborasi Kampus dan Desa: Program Mahasiswa Berdampak HIMASEKTA Unand Dorong Kemandirian Ekonomi Batu Busuk
Doktor Firdaus Diezo menjadi doktor hukum ke-121 dari Fakultas Hukum Unand. (IST)
Firdaus Diezo Raih Doktor Hukum Unand ke-121: Singgung Tanggung Jawab Negara di JKN, Penguji Ketua MK!
Wisuda I/2026, Rektor UNAND: Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Lulusan Harus Jadi Navigator Perubahan
Wisuda I/2026, Rektor UNAND: Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Lulusan Harus Jadi Navigator Perubahan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di tiga
Percepat Pemulihan Layanan Pendidikan, 654 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra Direvitalisasi