Bank Nagari Targetkan Komposisi Dana Murah di Atas 51 Persen

Bank Nagari Targetkan Komposisi Dana Murah di Atas 51 Persen

Kantor pusat Bank Nagari. (Foto: dok humas Bank Nagari)

Langgam.id – Manajemen PT Bank Nagari menargetkan komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) dalam struktur dana pihak ketiga (DPK) bank tahun ini bisa berada di atas 51 persen, atau mendominasi komposisi dana.

Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad mengakui komposisi CASA yang terdiri dari giro dan tabungan dalam struktur DPK Bank Nagari masih belum dominan, karena cukup tingginya permintaan deposito.

“Memang ada peningkatan deposito dari pemda, sehingga komposisi CASA menjadi berkurang. Tetapi untuk tahun ini perkiraan kami dana murah akan lebih meningkat, komposisinya kami targetkam di atas 51 persen,” ujarnya saat ekspos kinerja beberapa waktu lalu.

Saat ini, komposisi dana murah Bank Nagari baru 45,84 persen atau dengan nominal Rp8,24 triliun untuk tabungan dan giro sebesar Rp3,01 triliun. Sedangkan deposito (dana mahal) sebesar Rp13,3 triliun.

Artinya, jika komposisi dana murah tidak digenjot bakal menggerus pendapatan bank. Apalagi, bank sentral sudah berkali-kali menaikkan suku bunga acuan yang tentu juga akan menyebabkan naiknya suku bunga bank.

Adapun, sepanjang tahun lalu atau 2022, Bank Nagari mencatatkan perolehan laba mencapai Rp481,18 miliar. Angka itu meningkat 17,73 persen dari pencapaian tahun sebelumnya atau mencapai realisasi 108,72 persen dari target dalam rencana bisnis bank (RBB).

Irsyad mengatakan pencapaian tahun 2022 lalu tidak terlepas dari optimalisasi penyaluran kredit/pembiayaan yang berdampak kepada pendapatan bunga, serta efisiensi dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

“Laba bersih Bank Nagari sebesar Rp481,18 miliar dengan realisasi di atas target yaitu 108,72 persen,” katanya dalan konferensi pers penyampaian kinerja Bank Nagari, Selasa (24/1/2023) lalu.

Ia memaparkan raihan laba itu bersumber dari optimalisasi penyaluran kredit yang berdampak pada pendapatan bunga mencapai Rp2,42 triliun atau 100,22 persen dari target.

Selain itu, efisiensi dalam penghimpunan DPK yang mendorong beban bunga terealisasi Rp719,58 miliar dengan capaian 92,02 persen dari target.

“Secara tahunan beban bunga DPK turun Rp95,49 miliar dari tahun 2021 yang dipengaruhi oleh
penurunan beban deposito sebesar Rp88,76 miliar dan beban giro sebesar Rp12,90 miliar,” paparnya.

Adapun, total aset perseroan kini mencapai Rp30,19 triliun dengan pertumbuhan sebesar Rp2,21 triliun dari tahun 2021, dengan capaian 101,95 persen dari target RBB.

Total kredit/pembiayaan tahun 2022 terealisasi Rp22,47 triliun atau 99,61persen dari target,
dengan total ekspansi sebesar Rp1,499 triliun (7,15 persen) dari tahun 2021 yang terdiri dari
ekspansi kredit konvensional sebesar Rp1,09 triliun dan pembiayaan syariah sebesar
Rp408,73 miliar.

Sedangkan penghimpunan DPK mencapai Rp24,56 triliun dengan capaian 102,28 persen dari target. Terdiri dari Dana Pihak Ketiga Konvensional sebesar Rp21,50 triliun dan Dana
Pihak Ketiga Syariah sebesar Rp3,06 triliun.

Adapun rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) terjaga di angka 2,20 persen, NIM sebesar 7,09 persen dan BOPO sebesar 79,39 persen. (*/FS)

Tag:

Baca Juga

Kementan mulai bergerak memulihkan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana, salah satunya di Sumatra Barat (Sumbar).
Kementan Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Sumbar Terdampak Bencana
Jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata di Kota Padang diprediksi meningkat pada masa libur pajang pekan ini. Satpol PP Padang pun
Satpol PP Padang Perketat Pengamanan Objek Wisata saat Libur Panjang
BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman.
BNPB Percepat Pembangunan 34 Huntara di Padang Pariaman
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan kepala daerah se-Sumatra Barat pada Selasa (13/1/2026) di Auditorium Gubernur Sumbar.
Mendagri: Warga Terdampak Bencana Bisa Diusulkan jadi Penerima Manfaat Bansos
Pada Rabu (14/1/2026) malam, muncul cahaya di langit Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang disebut-sebut menyerupai fenomena aurora
BMKG Ungkap Cahaya di Langit Padang Bukan Aurora: Polusi Cahaya Pantulan di Darat
Pelantikan Pengurus KONI Padang, Wako: Tanamkan Semangat Padang Juara
Pelantikan Pengurus KONI Padang, Wako: Tanamkan Semangat Padang Juara