Aset Perbankan Sumbar Rp83,41 Triliun, OJK Nilai Kinerja Sektor Keuangan Tumbuh Positif

Aset Perbankan Sumbar Rp83,41 Triliun, OJK Nilai Kinerja Sektor Keuangan Tumbuh Positif

Uang rupiah. [Foto: pixabay]

Langgam.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat menilai kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat posisi September 2024 tumbuh positif dengan tingkat risiko yang masih terjaga.

Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra menyebutkan kinerja sektor jasa keuangan tersebut telah turut mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III-2024 (yoy) tercatat sebesar 4,33 persen.

“OJK menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sumatra Barat tumbuh positif dan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/12/2024).

Ia menjelaskan per September 2024, total aset perbankan Sumbar adalah sebesar Rp83,41 triliun atau tumbuh sebesar 5,56 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy) yang hanya Rp79,01 triliun.

Selain itu, total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp72,95 triliun atau tumbuh 7,00 persen (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp68,17 triliun.

Sementara itu, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp56,61 triliun atau hanya tumbuh sebesar 5,52 persen (yoy) dari tahun sebelumnya Rp53,64 triliun. Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,35 persen, atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun, penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,68 triliun, tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy). Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM ini mencapai 43,43 persen dari total kredit perbankan di Sumatera Barat.

Untuk perbankan syariah pada posisi September 2024, total aset adalah sebesar Rp56,61 triliun, atau tumbuh sebesar 16,89 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp10,62 triliun atau tumbuh sebesar 11,87 persen (yoy), dan total penyaluran pembiayaan adalah sebesar Rp10,06 triliun atau tumbuh 20,31 persen (yoy). Risiko pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio NPF 1,53 persen, atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sumatera Barat pada posisi September 2024 juga tumbuh dengan baik. Total aset adalah sebesar Rp2,66 triliun atau tumbuh 7,33 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp1,99 triliun atau tumbuh 6,22 persen (yoy), dan total penyaluran kredit/pembiayaan adalah sebesar Rp2,07 triliun atau tumbuh 9,02 persen (yoy) menjadi, dengan 71,88 persen merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM. Risiko kredit/pembiayaan tercatat dengan rasio NPL/NPF 11,04 persen atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. (*/Fs)

Baca Juga

Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara Ikut Mengundurkan Diri
Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara Ikut Mengundurkan Diri
Ketua Dewan Komisioner dan Pengawas Pasar Modal OJK Mengundurkan Diri
Ketua Dewan Komisioner dan Pengawas Pasar Modal OJK Mengundurkan Diri
OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance
OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance
Dampak Covid-19 sumbar
OJK Terbitkan Aturan Gugatan untuk Perkuat Pelindungan Konsumen Jasa Keuangan
Manipulasi Perdagangan Saham, OJK Limpahkan Penyidikan PT SWAT ke JPU
Manipulasi Perdagangan Saham, OJK Limpahkan Penyidikan PT SWAT ke JPU
Dampak Covid-19 sumbar
Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas Dicabut, OJK Pastikan Dana Nasabah Aman