Ada Opsen PKB dan BBNKB, Pemko dan DPRD Padang Setujui Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

Ada Opsen PKB dan BBNKB, Pemko dan DPRD Padang Setujui Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

Paripurna DPRD Padang. (Foto: prokopim padang)

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang dan DPRD Kota Padang menyetujui dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) menjadi Perda Nomor 18 Tahun 2023.

Pengesahan itu ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan bersama antara Wali Kota Padang Hendri Septa bersama Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani dan Wakil Ketua DPRD Arnedi Yarmen di dalam Rapat Paripurna dengan agenda terkait di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Padang, Jumat (29/9/2023).

Sebelum itu didahului dengan penyampaian 6 (enam) fraksi DPRD Kota Padang yang menyetujui Ranperda tersebut.

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Padang Syafrial Kani itu, selain diikuti para Wakil Ketua serta Sekretaris DPRD Padang Hendrizal Azhar dan Anggota DPRD Padang, juga diikuti unsur Forkopimda, Sekda Andree Algamar beserta kepala OPD terkait di lingkup Pemko Padang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Fraksi-fraksi DPRD Kota Padang yang telah menanggapi dan memberikan persetujuan untuk Ranperda tentang PDRD tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Anggota DPRD Kota Padang, khususnya pimpinan dan anggota Panitia Khusus (Pansus) yang telah melaksanakan pembahasan dan menanggapi Ranperda ini,” ucap Wali Kota, dikutip Minggu (1/10/2023).

Menurut Wako Hendri Septa, pajak daerah dan retribusi daerah pada hakikatnya menguatkan prinsip desentralisasi keuangan daerah dan salah satu komponen pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam Ranperda ini jelasnya, pajak daerah yang merupakan kewenangan pemerintah daerah terdiri dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, Bea Perolehan Hak Ataa Tanah dan Bangunan, Pajak Barang dan Jasa Tertentu serta Pajak Reklame, Pajak Air Tanah dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Selanjutnya, Pajak Sarang Burung Walet, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

“Jenis pajak baru opsen pajak kendaraan bermotor dan opsen bea balik nama kendaraan bermotor diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal kepada daerah meskipun baru akan kita terapkan pada tahun 2025 mendatang,” tambahnya.

Sementara, untuk retribusi daerah sesuai Perda Kota Padang No.18 itu papar Wali Kota, beberapa retribusi tidak lagi dipungut pada tahun 2024.

“Antara lain yakni Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang serta Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. Selanjutnya Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol dan Retribusi Izin Trayek,” paparnya. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Rekam Jejak Pelatih Baru Semen Padang FC Stefano Teco, Pernah Bawa Persija dan Bali United Juara
Rekam Jejak Pelatih Baru Semen Padang FC Stefano Teco, Pernah Bawa Persija dan Bali United Juara
Porprov Sumbar 2026 akan dihelat dari tanggal 2-14 Oktober 2026.
Klasemen Medali Porprov Sumbar 2026: Padang Teratas, Solok dan Padang Pariaman Membuntuti
Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
Pagi Ini, Kualitas Udara Beberapa Daerah di Sumbar Tidak Sehat
Agam, Pasbar dan Pasaman Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini
Agam, Pasbar dan Pasaman Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini
Pantau Sepakbola Porprov XVI, Hamdanus Ungkap Persiapan Sumbar Menuju PON 2028
Pantau Sepakbola Porprov XVI, Hamdanus Ungkap Persiapan Sumbar Menuju PON 2028
Pemkab Dharmasraya Perbarui DTSEN dan Bahas Strategi Percepatan Ekonomi
Pemkab Dharmasraya Perbarui DTSEN dan Bahas Strategi Percepatan Ekonomi