DPRD Padang Kritik Penertiban Pasar Raya, Desak Pemko Fasilitasi Pedagang

DPRD Padang Kritik Penertiban Pasar Raya, Desak Pemko Fasilitasi Pedagang

Penertiban pedagand Pasar Raya Padang, Kamis (22/10/2026). Yudi/Langgam.id

Langgam.id- DPRD Kota Padang mengkritik penertiban pedagang Pasar Raya oleh pemerintah kota yang berujung rusuh. Pemerintah Kota Padang diminta untuk membuka ruang dialog dengan pedagang terdampak.

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, mengatakan penertiban Pasar Raya Padang diperlukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang tertib dan nyaman, tetapi pelaksanaannya harus tetap mengedepankan pendekatan humanis serta komunikasi dengan pedagang.

“Penertiban harus dilakukan secara terukur dan mengutamakan komunikasi dengan para pedagang,” katanya Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, kericuhan yang terjadi dalam proses penertiban perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Padang untuk mengidentifikasi persoalan yang memicu ketegangan antara petugas dan pedagang.

Ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membuka ruang dialog dengan pedagang agar persoalan di lapangan dapat diselesaikan tanpa memperpanjang konflik.

“Penataan pasar harus berjalan, tetapi keberlangsungan usaha dan mata pencaharian pedagang juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Rachmad menegaskan, penataan Pasar Raya Padang perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, termasuk pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Menurutnya, evaluasi dan dialog menjadi langkah penting agar penertiban Pasar Raya Padang dapat mencapai tujuan menciptakan ketertiban tanpa mengabaikan kepentingan para pedagang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, juga meminta pemerintah memastikan adanya solusi bagi pedagang dalam setiap proses penertiban.

“Segala sesuatunya tentu, ketika kita melakukan penertiban, harus ada solusi. Terutama itu. Kedua, tentu tidak ada yang dirugikan. Itu normatif. Dalam hal ini, kita minta kepada pemerintah kota bisa memberikan pemahaman,” jelasnya.

Muharlion mengatakan, pemerintah juga perlu memahami kondisi dan mengakomodasi aspirasi pedagang. Menurutnya, dialog diperlukan untuk menemukan titik temu antara kebijakan penataan pasar dan harapan para pedagang.

“Karena kita juga memahami kondisi pedagang. Keinginan pedagang harus diakomodasi, apa yang menjadi harapan pedagang ada titik temunya. Duduk bersama untuk mencari solusi,” ujarnya. (fx)

Baca Juga

Orang tua menghantarkan anaknya kembali bejalar tatap muka di SDN 03 Alai, Kota Padang. Foto: Fajar/Langgam.id
Sekolah Kembali Tatap Muka, Orang Tua Nilai PJJ  Merepotkan
Penertiban Pasar Raya Padang Berlanjut, Pedagang Tolak Direlokasi
Penertiban Pasar Raya Padang Berlanjut, Pedagang Tolak Direlokasi
Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kota Padang Kembali Sekolah Tatap Muka Besok
Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
BMKG Prediksi Sumbar Bakal Diguyur Hujan, Asap Karhutla Diperkirakan akan Berkurang
Dinas Perdagangan (Disdag) mengingatkan kepada produsen dan pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang jelang Ramadan dan Lebaran 2025.
Harga Cabai Jawa di Pasar Raya Padang Kembali Naik Jadi Rp75 Ribu
Asap Karhutla, Puskesmas di Padang Catat 428 Pasien ISPA Sejak Awal Oktober
Asap Karhutla, Puskesmas di Padang Catat 428 Pasien ISPA Sejak Awal Oktober