Langgam.id-Kabut asap kebakaran hutan dan lahanatau karhutla di Kota Padang mulai mengangu kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 51 ribu kasus ISPA terjadi dalam rentan September-oktober 2026.
Jumlah peningkatan kasus ISPA salah satunya terjadi di Puskesmas Ambacang di Kecamatan Kuranji Kota Padang Selasa (20/10/2026). Sejak awal Oktober jumlah pasien ISPA mencapai 428 orang.
Kepala Puskesmas Ambacang Drg Yenni mengatakan dari rentan 1 sampai 20 Oktober 2026 tercatat melayani setidaknya 428 orang dengan rincian 168 pengidap anak, 160 remaja/dewasa dan 93 orang lansia.
Yenni mengatakan angka yang cukup tinggi tersebut harus menjadi perhatian bagi masyarakat terkait menjaga kesehatan dan mengantisipasi ISPA.
“Efek dari kabut asap ini banyak kita temukan warga yang datang untuk berobat penyakit ISPA. Kita melalui tenaga medis yang tersedia melakukan pengobatan untuk membantu masyarakat sembuh dari penyakit ISPA yang dipicu kabut asap,” ungkapnya.
Ia mengatakan masyarakat yang terdampak akan merasakan flue, sakit kepala, sesak nafas dan lainnya.
“Jika sudah mengalami hal tersebut diharapkan masyarakat mulai melakukan pengobatan serta menggunakan masker,” katanya.
Selain itu ia mendorong agar masyarakat memperbanyak minum air putih serta makanan yang sehat serta bergizi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Ia juga menyarankan untuk membatasi aktifitas diluar ruangan. Namun ketika masyarakat merupakan pekerja yang harus keluar ruangan seperti ojol dan sebagainya diharapkan menggunakan masker.
Salah satu warga yang berobat ke Puskesmas Ambacang yaitu Hafiz yang seminggu menderita batu serta dlu yang tak kunjung berhenti.
“Setelah kabut asap batuk dan flu saya tidak berhenti selama seminggu, kondisi tubuh saya saat ini sangat tidak nyaman makanya saya datang kesini untuk berobat,” katanya.
Hafiz mengharapkan agar kabut asap dapat segera usai sehingga semuanya dapat berjalan normal dan tak sakit lagi. (fx)






