Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Walhi Desak Pemulihan Hutan

Langgam.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat (Sumbar) menyayangkan temuan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya yang telah ditanami bibit kelapa sawit.

Walhi mendorong pemulihan kawasan tersebut menjadi hutan kembali serta penegakan hukum lingkungan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Tommy Adam mengatakan perubahan fungsi hutan menjadi lahan perkebunan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan baru, terutama terkait ketersediaan sumber air bagi masyarakat.

“Alih fungsi hutan dapat memicu krisis lingkungan baru. Hutan berperan melindungi wilayah di bawahnya serta menyimpan dan menyalurkan air,” kata Tommy kepada Langgam.id, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, perubahan fungsi hutan berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan dan mengancam sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.

“Karena itu pemulihan kawasan yang terdampak perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan semakin meluas,” ujarnya.

Tommy juga menyoroti informasi dalam sejumlah pemberitaan yang menyebut lokasi tersebut berada di kawasan hutan produksi terbatas. Namun, status kawasan dan dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan penanaman sawit tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mendorong pemulihan kawasan tersebut menjadi hutan kembali dan penegakan hukum lingkungan atas persoalan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Asmin sebelumnya mengatakan temuan itu berasal dari Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Dalkarhutla) Kabupaten Dharmasraya, yang turut melibatkan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dharmasraya dari Dishut Sumbar.

“Saat ini kami sedang mengumpulkan bahan keterangan dan berkoordinasi dengan Polres setempat,” kata Ferdinal.

Ia menjelaskan, bahan keterangan yang dikumpulkan akan membantu kepolisian dalam penyelidikan lebih lanjut. Penanganan temuan tersebut, menurutnya, perlu ditindaklanjuti bersama dengan Polres setempat.

Terkait pencegahan karhutla, Ferdinal mengatakan Dishut Sumbar terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, terutama di kawasan hutan. Pihaknya juga telah menyurati dan mengingatkan kelompok tani hutan serta kelompok perhutanan sosial untuk menghindari aktivitas membakar.

Baca Juga

Bekas Karhutla Dharmasraya Ditanami Sawit, Lahan Diduga Masuk Kawasan Hutan Produksi
Bekas Karhutla Dharmasraya Ditanami Sawit, Lahan Diduga Masuk Kawasan Hutan Produksi
Satu Warga Lokal Diduga Tanam Sawit di Lahan 5,9 Ha Bekas Karhutla Dharmasraya
Satu Warga Lokal Diduga Tanam Sawit di Lahan 5,9 Ha Bekas Karhutla Dharmasraya
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Lumin Park Padang Berulang Dihantam Banjir, Walhi Sumbar Desak Evaluasi Penataan Ruang Daerah Rawan Bencana
50 Ribu Masker Bantuan Wagub Sumbar Dibagikan Serentak di Dharmasraya
50 Ribu Masker Bantuan Wagub Sumbar Dibagikan Serentak di Dharmasraya
Rapor Siswa SD dan SMP di Padang Dibagikan Via Online
Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Dharmasraya dan Sawahlunto Kembali PJJ
6 Ruas Jalan di Dharmasraya Diaspal, Pemkab Kucurkan Anggaran APBD
6 Ruas Jalan di Dharmasraya Diaspal, Pemkab Kucurkan Anggaran APBD