Langgam.id – Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat 51.137 kunjungan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak 17 Agustus hingga pertengahan Oktober 2026. Peningkatan kunjungan pasien ini terjadi di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan jumlah kunjungan pasien terkait ISPA dalam beberapa hari terakhir mencapai rata-rata sekitar 1.000 kunjungan per hari.
“Kalau kita lihat rata-rata sehari pada 12, 13, 14, dan 15 Oktober, kurang lebih seribu, sekitar 1.052 kunjungan,” ujar Srikurnia, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, pendataan dilakukan sejak kabut asap mulai terjadi pada akhir Agustus. Jumlah kunjungan pasien sempat mengalami fluktuasi, tetapi pada Oktober terlihat peningkatan hingga sekitar seribu kunjungan per hari.
Menurutnya, paparan kabut asap yang berlangsung dalam waktu cukup lama dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Dinkes Padang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan masker kepada masyarakat.
Dinkes juga mengimbau warga agar menjaga kesehatan selama kabut asap masih berlangsung. Masyarakat diminta menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan dan mengiritasi mata.
“Selain itu, masyarakat diimbau beristirahat dengan cukup dan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendorong seluruh pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kabut asap dan memantau kondisi kualitas udara di lapangan.
“Karena bagaimanapun ini sudah mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Dorongan kepada seluruh stakeholder terkait untuk bisa saling menjaga dan juga tentunya melihat apa yang terjadi sebenarnya di lapangan,” kata Fadly, Senin (19/10/2026).
Fadly mengatakan, Pemko Padang telah mengambil langkah antisipasi, salah satunya dengan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa.
Menurutnya, kondisi kabut asap di Kota Padang mulai membaik setelah wilayah tersebut diguyur hujan. Meski demikian, pemantauan dan langkah antisipasi tetap diperlukan untuk memastikan kualitas udara tidak kembali memburuk.
Ia berharap penanganan kabut asap dapat dilakukan secara bersama-sama agar kualitas udara terus membaik dan aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu. (HER)






