Langgam.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang menghentikan sementara pembangunan bronjong di dekat SMP Negeri 41 Padang setelah pekerjaan tersebut ikut terdampak banjir bandang yang terjadi pada 10 Oktober 2026.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Padang, Well Of Sanora mengatakan pihaknya tengah mengajukan permohonan audit kepada inspektorat untuk memeriksa kerusakan yang terjadi pada pekerjaan tersebut.
“Pihak PUPR sedang mengajukan permohonan audit ke inspektorat terhadap kerusakan yang terjadi. Pekerjaan dihentikan untuk sementara sampai hasil audit keluar,” kata Sanora kepada Langgam.id, Senin (19/10/2026).
Sebelumnya, pembangunan bronjong itu berada di dekat SMP Negeri 41 Padang, tepatnya di sepanjang aliran sungai yang berada di belakang sekolah.
Pekerjaan tersebut bertujuan memperkuat tebing sungai sekaligus membangun pembatas antara aliran sungai dan lingkungan sekolah.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya penanganan kawasan sekolah yang berulang kali terdampak banjir akibat luapan sungai. Sebelumnya, pada 3 Agustus 2026, SMP Negeri 41 Padang juga dilanda banjir setelah air Sungai Batang Kuo yang berada di belakang sekolah meluap.
Banjir kembali menerjang kawasan tersebut pada 10 Oktober 2026. Peristiwa itu turut berdampak terhadap pekerjaan pembangunan bronjong yang sedang berlangsung.
Berdasarkan data pekerjaan Dinas PUPR Kota Padang yang diperoleh Langgam.id, proyek tersebut bernama Peningkatan Bangunan Perkuatan Tebing Paket 1.
Pekerjaan itu berada di bawah program pengelolaan sumber daya air dan dilaksanakan oleh kontraktor CV Permata Cipta Abadi dengan pengawasan CV Bina Citra Consultant.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.021.797.781 dengan masa pelaksanaan 131 hari kalender. Kontrak ditandatangani pada 6 Agustus 2026. (fix)





