Sempat Dicuri, Peralatan EWS Banjir di Padang Kembali Dipasang
Langgam.id – Peralatan Early Warning System (EWS) banjir yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat dugaan pencurian di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), kembali dipasang pada Kamis (15/10/2026). Pemasangan dilakukan CV Anugerah Nuansa Abadi untuk mendukung fungsi sistem peringatan dini banjir.
Direktur CV Anugerah Nuansa Abadi, Suri Hamdazir, mengatakan pihaknya telah memasang peralatan pengganti untuk menggantikan perangkat yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Meski peralatan telah dipasang kembali, dia menegaskan proses hukum terkait dugaan pencurian tersebut tetap berlanjut.
“Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung keberlangsungan fungsi sistem peringatan dini banjir, tanpa mengesampingkan proses hukum atas dugaan tindak pidana pencurian yang telah dilaporkan kepada pihak kepolisian,” kata Suri, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan surat tanda terima pengaduan dari Polresta Padang tertanggal 9 Oktober 2026, terdapat dua laporan kehilangan peralatan yang berkaitan dengan sistem peringatan dini banjir.
Dalam salah satu laporan, peralatan yang hilang berupa satu unit lampu rotary LED dengan perkiraan kerugian material Rp1,5 juta.
Sementara itu, laporan lainnya mencatat kehilangan satu unit aki jenis deep cycle 12V 100Ah dan tiga unit panel surya 100 WP. Total kerugian material dari kehilangan tersebut diperkirakan mencapai Rp9,3 juta.
Kedua laporan itu memuat dugaan tindak pidana pencurian yang penanganannya diserahkan kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan keberadaan peralatan EWS banjir sangat penting untuk mendukung mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan banjir.
Menurutnya, sistem peringatan dini berperan dalam membantu penyampaian informasi kepada masyarakat ketika terdapat potensi ancaman banjir.
“Hilangnya peralatan EWS sebelum kejadian banjir yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) menjadi perhatian bersama, mengingat kesiapan sarana peringatan dini merupakan salah satu bagian penting dalam pengurangan risiko bencana. Oleh karena itu, keberadaan peralatan tersebut perlu dijaga agar dapat berfungsi secara optimal saat dibutuhkan,” kata Hendri.
BPBD Kota Padang mengimbau seluruh pihak ikut menjaga fasilitas kebencanaan yang telah tersedia. Sebab, keberadaan EWS tidak hanya sebagai perangkat teknis, tetapi juga bagian dari upaya melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Dengan dipasangnya kembali peralatan tersebut, sistem peringatan dini banjir diharapkan dapat kembali mendukung upaya kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan banjir.
Sementara itu, proses hukum terkait dugaan pencurian peralatan EWS tetap berjalan. BPBD mengingatkan bahwa menjaga fasilitas kebencanaan merupakan tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat. (HER)






