Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan bencana selama enam bulan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy mengatakan masa transisi dilakukan setelah penanganan pengungsi dan pembersihan pascabencana dinilai selesai.
“Pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan pembersihan telah dilakukan. Sekarang fokus kami beralih ke pemulihan, terutama ekonomi masyarakat dan pembenahan sungai,” kata Boy, Rabu (14/10/2026).
Ia mengatakan, pembenahan sungai menjadi prioritas karena kondisi sungai di kawasan terdampak dinilai perlu diperbaiki untuk mencegah bencana serupa kembali terjadi.
“Pemerintah Kabupaten Solok akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V sesuai kewenangannya,” ujar Boy.
Boy menyebut pemerintah daerah juga meminta paparan BMKG sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah mitigasi selama masa transisi. Berdasarkan informasi cuaca yang diterima, potensi hujan dengan intensitas sedang masih perlu diwaspadai dalam beberapa bulan ke depan.
“Ancaman bencana masih ada. Karena itu, kami meminta BMKG memaparkan kondisi cuaca sebagai bahan pertimbangan, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan hujan yang dapat memicu banjir bandang,” ujarnya.
Menurut Boy, pembenahan sungai perlu dilakukan untuk mengatasi pendangkalan dan mengurangi risiko luapan air yang dapat menghantam permukiman maupun perkantoran. Ia mencontohkan kejadian banjir berulang di Kota Padang sebagai pelajaran penting bagi Kabupaten Solok.
“Kami berharap sungai segera dibenahi agar bencana tidak berulang. Pendangkalan mengurangi daya tampung sungai sehingga perlu ditangani oleh pihak yang berwenang,” katanya.
Sementara itu, penanganan warga terdampak disebut hampir seluruhnya rampung.
“Para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak berat, termasuk dana tunggu hunian telah disalurkan,” ujar Boy.
Boy mengatakan pemerintah daerah akan tetap memantau kondisi lapangan meskipun status kebencanaan telah beralih ke masa transisi.
“Peralihan ke masa transisi bukan berarti ancaman bencana hilang, namun saat ini Pemkab Solok fokus ke pemulihan pasca bencana,” tuturnya. (HER).





