Langgam.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan bagi penanganan darurat banjir yang melanda kawasan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada 10 Oktober 2026.
Direktur Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB, Bambang, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan penanganan banjir tersebut. Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah bergerak melakukan penanganan darurat dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Nanti kita tengok dulu di Tapan seperti apa kondisinya. Mudah-mudahan sudah ada tim dari BNPB juga di sana,” ujar Bambang saat meninjau korban banjir di Lapau Munggu, Selasa (13/10/2026).
Bambang menjelaskan, BNPB secara rutin mengirimkan tim pendamping ke daerah yang dilanda bencana. Tim tersebut bertugas memperkuat upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah, bukan mengambil alih kewenangan daerah.
Menurutnya, pendampingan diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai keterbatasan yang mungkin dihadapi pemerintah daerah, mulai dari ketersediaan logistik, sumber daya personel, hingga anggaran.
“Pada setiap kejadian bencana seperti ini, biasanya kami mengirimkan tim untuk mendampingi pemerintah daerah untuk upaya penanganan yang lebih masif. Siapa tahu pemerintah daerah memiliki keterbatasan sumber daya, keuangan, dan lain sebagainya, kita pastikan semuanya terpenuhi,” jelasnya.
Melalui pendampingan tersebut, BNPB berharap penanganan darurat dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir terpenuhi. (HER)






