Langgam.id – Warga Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) sempat terisolasi selama dua hari akibat 12 titik longsor yang menutup akses jalan.
Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas mengatakan akses menuju nagari tersebut mulai terbuka pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB setelah petugas mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa melintas dengan sistem buka tutup satu jalur.
“Sejak 10 Oktober akses ke Nagari Sungai Gambir Sako Tapan terputus. Jaringan komunikasi tidak ada dan listrik juga padam karena tiang listrik tumbang,” kata Dheno kepada Langgam.id.
Namun, akses tersebut kembali terhambat setelah longsor susulan terjadi di salah satu titik yang sebelumnya dibersihkan. Menurut Dheno, kondisi tebing yang curam dan tanah yang labil membuat jalur tersebut masih sangat rawan.
“Tanahnya masih sangat rawan, setelah kami kembali dari menyalurkan bantuan sekitar pukul 15.00 WIB terjadi longsor lagi di titik awal. Alat berat masih bekerja di sepanjang jalan lintas nasional,” ujarnya.
Dheno mengatakan, terputusnya akses membuat warga dan sejumlah pengendara yang melintasi jalur nasional ikut terjebak. Mereka terdiri dari pengendara sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan pengangkut bahan bakar minyak hingga kendaraan logistik.
“Diperkirakan ada banyak orang yang sudah dua hari dua malam terjebak dan kehabisan persediaan makanan. Namun tadi siang karena sudah bisa diakses, bantuan makanan sudah bisa diberikan kepada masyarakat terdampak,” katanya.
Selain warga yang terisolasi, bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak 10 Oktober itu berdampak pada sembilan dari 10 nagari di Kecamatan Rahul Tapan.
“Sebanyak 1.172 kepala keluarga atau 4.384 jiwa terdampak,” ujar Dheno.
Dheno menyebutkan dua rumah hanyut dan 11 rumah mengalami rusak berat akibat bencana tersebut.
“Sebanyak 10 warga juga sempat tertimbun material longsor, tetapi seluruhnya berhasil diselamatkan. Beberapa korban mengalami luka berat dan telah mendapat penanganan kesehatan,” ungkapnya.
Bencana tersebut menurut Dheno, juga menyebabkan 12 titik tiang listrik tumbang di wilayah Sungai Gambir Sako Tapan. Sementara itu, sekitar 100 meter bagian bahu jalan nasional dilaporkan tergerus hingga jatuh ke sungai.
“Pemerintah kecamatan mulai menyalurkan bantuan logistik setelah akses terbuka sebagian. Posko lapangan didirikan di kantor camat di Nagari Sungai Pinang Tapan untuk mendukung penanganan warga terdampak,” ujarnya.
Dheno mengatakan, pihaknya menyiapkan sekitar 700 porsi makanan siap saji untuk disalurkan hingga Senin malam. Selain itu, Posko kesehatan juga disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan layanan medis.
“Kami berharap ada tambahan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga, termasuk popok dan perlengkapan untuk anak-anak. Pendataan belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena akses baru mulai terbuka dan kondisi medan masih berat,” tuturnya.






