34,5 Ha Sawah di Padang Rusak Akibat Banjir Bandang, Pemko Usulkan Rehabilitasi

Langgam.id – Sebanyak 34,5 hektare (Ha) lahan pertanian di Kota Padang kembali terdampak banjir bandang yang melanda pada Sabtu (10/10/2026). Lahan sawah yang berada di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, tersebut membutuhkan perbaikan agar dapat kembali dimanfaatkan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan banjir kembali menimbun lahan pertanian yang sebelumnya telah direhabilitasi dan kembali berproduksi.

“Sehingga sawah sekitar 34,5 hektare kembali terdampak. Itu yang perlu dilakukan perbaikan,” katanya, Senin (12/10/2026).

Yoice menjelaskan, sebelumnya sekitar 102 hektare lahan sawah di kawasan tersebut telah direhabilitasi melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lahan itu sudah kembali berproduksi dan memasuki masa panen.

Namun, bencana kembali merusak lahan pertanian tersebut. Pada 3 Agustus lalu, banjir telah menimbun sekitar 30 hektare sawah. Banjir terbaru kembali menimbun kawasan yang sama.

“Seluas 102 hektare telah direhab dan sudah berproduksi serta panen. Pada 3 Agustus kemarin, karena air besar, tertimbun sekitar 30 hektare dan banjir kemarin juga kembali menimbun kawasan yang sama,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Padang akan melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Pertanian agar lahan yang tertimbun dapat kembali direhabilitasi.

Yoice mengatakan, penanganan akan diprioritaskan pada sawah yang masih memungkinkan untuk dipulihkan. Sementara itu, lahan yang hanyut dan berubah menjadi badan sungai belum dapat ditangani melalui program rehabilitasi yang sama.

“Kita berusaha agar sawah yang tertimbun itu kita kembalikan. Kalau ada sawah yang hanyut dan menjadi badan sungai, belum ada kita lakukan penindakan. Yang tertimbun ini akan kembali kita laporkan kepada Kementerian Pertanian supaya bisa lagi dialokasikan dana untuk rehabilitasi lahan sawah,” ucapnya.

Menurut Yoice, dampak terbesar yang dirasakan petani adalah berkurangnya masa panen akibat kerusakan lahan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pendapatan petani selama sawah belum bisa kembali ditanami.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Dinas Pertanian Kota Padang mendorong petani melakukan peralihan komoditas sementara dari padi ke tanaman lain yang dapat dibudidayakan di lahan mereka.

Yoice menyebutkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk program alih komoditas tersebut. Anggaran itu telah dibagikan kepada para petani untuk mendukung kegiatan pertanian selama proses pemulihan lahan sawah berlangsung.

“Kita di Dinas Pertanian melakukan pengalihan komoditas. Kita minta mereka bertanam di luar padi dulu. Jadi, kemarin sudah ada anggaran Rp2 miliar untuk alih komoditas ini dan sudah dibagikan kepada para petani,” jelasnya.

Saat ini, sejumlah petani mulai menanam komoditas alternatif, seperti kangkung, cabai, terong, dan jagung manis. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha tani dan membantu petani tetap memperoleh pendapatan meskipun belum bisa kembali menanam padi.

“Sehingga mereka tetap eksis berbudidaya pertanian meski bukan padi dan sifatnya sementara sampai semua proses ini selesai,” tutupnya. (HER)

Baca Juga

Kondisi terkini banjir kanal kota Padang tempat penyelenggaraan cabor dayung di Porprov Sumbar 2026.(Panitia Porprov Sumbar)
Bahas Bersama BWS Sumatera V, Pemulihan Sungai Pascabencana di Padang Dimulai November
Atasi Antrean Solar di Jalan, Pemko Padang Terapkan Sistem Digital di Koto Lalang
Atasi Antrean Solar di Jalan, Pemko Padang Terapkan Sistem Digital di Koto Lalang
Koto Tangah Siapkan 16 Venue untuk MTQ ke-42 Kota Padang
Koto Tangah Siapkan 16 Venue untuk MTQ ke-42 Kota Padang
Bidik Kota Gastronomi UNESCO, Pemko Padang Libatkan 20 Ribu Pelaku Usaha Kuliner
Bidik Kota Gastronomi UNESCO, Pemko Padang Libatkan 20 Ribu Pelaku Usaha Kuliner
12 Atlet SOIna Padang Wakili Sumbar di Pesonas II 2026
12 Atlet SOIna Padang Wakili Sumbar di Pesonas II 2026
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Muaro Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Muaro Padang