Rumah Kembali Rusak Diterjang Banjir, Warga Guo Kuranji Butuh Bantuan Perbaikan

Langgam.id – Banjir yang kembali melanda Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026), merusak rumah dan peralatan rumah tangga milik warga. Itra Yoni (40) dan Ernita (56) kini kembali menghadapi beban biaya perbaikan setelah rumah mereka sebelumnya juga rusak akibat banjir pada akhir 2025.

Itra mengatakan, banjir terbaru kembali menghanyutkan kedai yang berada di depan rumahnya. Padahal, bangunan tersebut baru selesai diperbaiki sekitar dua minggu sebelumnya. Etalase yang dibelinya untuk berjualan juga hancur terbawa arus.

“Baru dua minggu selesai dibangun kembali, sekarang sudah hanyut lagi. Etalase yang baru dibeli untuk berjualan juga hancur,” kata Itra.

Sebelum banjir kembali datang, Itra telah mengeluarkan biaya untuk memperbaiki rumah dan kedainya. Ia menerima bantuan sekitar Rp2,5 juta setelah banjir pada akhir 2025. Namun, ia masih harus mengeluarkan sekitar Rp6 juta dari kantong sendiri untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak.

Kerusakan sebelumnya meliputi dinding dapur yang berlubang, teras depan yang roboh, serta tiang pondasi yang miring. Banjir juga merusak kulkas, mesin cuci, dan sejumlah perlengkapan memasak miliknya.

“Bantuan itu saya gunakan untuk memperbaiki dinding dan teras. Saya masih mengeluarkan sekitar Rp6 juta lagi untuk perbaikan dan membeli barang yang rusak,” ujarnya.

Kini, Itra kembali membutuhkan biaya untuk memperbaiki bangunan dan mengganti barang-barang yang rusak. Menurutnya, kebutuhan makan sehari-hari masih bisa diusahakan, tetapi biaya pembangunan rumah dan pembelian peralatan rumah tangga sulit dipenuhi dengan kemampuan sendiri.

“Untuk makan sehari-hari masih bisa diusahakan. Namun, kalau rumah rusak, kulkas dan mesin cuci rusak, kami tidak mungkin minta bantuan seperti itu, kalau ada, bisa berupa uang,” tuturnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan kepada warga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Menurutnya, bantuan berupa uang tunai akan memudahkan warga menentukan bagian rumah atau barang yang perlu diprioritaskan untuk diperbaiki.

“Kalau bantuan berupa uang tunai, kami bisa mengaturnya untuk membangun kembali bagian rumah yang rusak. Kalau mengandalkan kemampuan sendiri, tentu berat,” katanya.

Kebutuhan perbaikan juga dihadapi Ernita. Rumahnya kembali mengalami kerusakan setelah banjir mengikis teras serta merusak bagian atas dan bawah pondasi bangunan.

Ernita mengatakan, rumahnya sebelumnya diperbaiki setelah banjir pada akhir 2025. Perbaikan tersebut meliputi pembangunan kembali teras, peninggian lantai, dan pembuatan pagar tembok di sekitar teras.

“Baru sekitar tiga bulan diperbaiki setelah banjir akhir tahun lalu. Sekarang diterjang lagi, bahkan bagian teras dan pondasinya rusak,” kata Ernita.

Menurutnya, biaya perbaikan rumah sebelumnya mencapai sekitar Rp15 juta. Bantuan yang diterimanya digunakan untuk membeli bahan bangunan dan membayar upah tukang.

Namun, banjir terbaru kembali mengikis bagian depan rumahnya. Lumpur juga masuk ke dalam bangunan. Jarak antara pintu rumah dan permukaan teras yang tersisa kini mencapai sekitar satu meter.

Ernita mengatakan, untuk perbaikan rumah kali ini, ia sudah mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah. Meski begitu, ia masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kondisi pascabanjir membuat keluarganya kesulitan membeli bahan pangan.

“Kalau bisa ada bantuan sembako, beras, dan bahan-bahan pokok. Kami di sini belum bisa beli apa-apa,” katanya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, banjir di wilayah Kelurahan Kuranji berdampak terhadap 245 warga. Sebanyak 672 warga mengungsi ke tiga lokasi pengungsian saat banjir terjadi.

Sementara itu, sekitar 60 unit rumah warga di kawasan tersebut dilaporkan terdampak banjir. (HER)

Baca Juga

Akses Jalan Kampung Guo Putus Diterjang Banjir, 3 Alat Berat Dikerahkan
Akses Jalan Kampung Guo Putus Diterjang Banjir, 3 Alat Berat Dikerahkan
Trauma Banjir Menghantui Warga Kampung Apar dan Lumin Park, Relokasi Jadi Harapan
Trauma Banjir Menghantui Warga Kampung Apar dan Lumin Park, Relokasi Jadi Harapan
Banjir Berulang di Kota Padang, Pemko Siapkan Opsi Relokasi Warga
Banjir Berulang di Kota Padang, Pemko Siapkan Opsi Relokasi Warga
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Terobos Banjir Sambil Gendong Cucu, Afrida Kehilangan Uang dan Kedai Rusak
Terobos Banjir Sambil Gendong Cucu, Afrida Kehilangan Uang dan Kedai Rusak
Viral Banjir Rendam Pesta Pernikahan di Padang, Pengantin Gendong Istri di Tengah Genangan
Viral Banjir Rendam Pesta Pernikahan di Padang, Pengantin Gendong Istri di Tengah Genangan