Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus

Langgam.id – Banjir dan tanah longsor melanda Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) pada Sabtu (10/10/2026) berdampak pada ribuan warga, merendam rumah dan fasilitas umum, serta memutus akses jalan nasional yang menghubungkan Tapan dengan Sungai Penuh.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab mengatakan berdasarkan laporan perkembangan bencana per 11 Oktober 2026, dampak banjir di dua daerah tersebut cukup luas.

Di Kota Padang, banjir dan banjir bandang berdampak pada 498 Kepala Keluarga (KK) dengan 672 jiwa mengungsi. Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Selatan banjir yang melanda 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan berdampak pada 4.240 jiwa.

“Untuk Kota Padang, banjir terjadi di tiga kecamatan. Sementara di Pesisir Selatan, banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan,” kata Ilham, Senin (12/10/2026).

Ilham menyebut, di Kota Padang banjir dipicu hujan deras yang berlangsung sejak pukul 12.00 WIB pada Sabtu. Laporan banjir pertama diterima dari kawasan Guo, Kelurahan Kuranji sekitar pukul 12.52 WIB.

“Banjir melanda sejumlah kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo dan Kuranji. Di Koto Tangah, wilayah terdampak meliputi Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto dan Batipuh Panjang. Di Kecamatan Nanggalo, banjir terjadi di Tabing Banda Gadang dan Gurun Laweh, sedangkan di Kecamatan Kuranji, banjir melanda Kelurahan Kuranji,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, sekitar 120 rumah terendam banjir di Kota Padang. Rinciannya sekitar 60 rumah di Kelurahan Kuranji, 40 rumah di Lubuk Minturun dan 20 rumah di Tabing Banda Gadang.

“Selain itu lima rumah di Kelurahan Kuranji mengalami kerusakan, terdiri dari empat rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang,” ujarnya.

Kata Ilham, dampak lainnya berupa putusnya jalan masyarakat di kawasan PDAM Guo, Kelurahan Kuranji. Kondisi tersebut terjadi setelah tanggul di aliran sungai kawasan Lapau Munggu jebol.

“Penanganan saat ini dilakukan bersama sejumlah unsur, termasuk TNI, Polri, Basarnas dan tim BPBD. Pendataan serta evakuasi warga juga dilakukan di lokasi terdampak,” ujarnya.

Sebanyak 672 warga yang mengungsi tersebar di sejumlah lokasi di Kecamatan Kuranji. Tempat pengungsian tersebut antara lain tenda pengungsian Lapau Munggu, rumah warga, Musala Ar Ridwan Kampung Tangah dan warung di Jembatan Guo.

“BPBD bersama pemerintah daerah dan sejumlah pihak juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak, berupa makanan siap saji, selimut, mi instan, makanan anak, perlengkapan keluarga, kasur, matras dan air mineral,” ungkap Ilham.

Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Selatan banjir dan tanah longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB pada Sabtu. Bencana tersebut melanda 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, yakni Sako, Limau Purut Tapan, Talang Balarik, Binjai, Kampung Tengah, TB Tinggi, Talang Koto Pulai, Sungai Pinang, Kubu Tapan dan Simpang Gunung Tapan.

“Berdasarkan pendataan BPBD, dampak banjir di wilayah tersebut mencapai 4.240 jiwa. Nagari Kampung Tengah menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak yakni 2.390 jiwa dan lokasi pengungsian dipusatkan di Talang Koto Pulai Tapan,” katanya.

Ilham menyebut banjir juga menyebabkan dua rumah warga hanyut. Selain itu, sebanyak 12 sekolah, tujuh kantor dan empat masjid terdampak.

“Kerusakan infrastruktur juga terjadi pada ruas jalan di Nagari Talang Balarik sepanjang sekitar 100 meter,” katanya.

Ilham mengungkapkan kondisi lebih parah terjadi di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan dan terdapat tujuh titik longsor yang menyebabkan akses jalan nasional Tapan-Sungai Penuh putus total.

“Akibatnya satu kampung di Nagari Sako masih terisolasi,” ujar Ilham.

Ilham mengatakan BPBD Kabupaten Pesisir Selatan telah bergerak ke lokasi untuk melakukan evaluasi, asesmen dan pendataan warga serta kerusakan akibat bencana.

“Penanganan di daerah terdampak terus dilakukan. Pendataan diperlukan untuk mengetahui kebutuhan warga dan kondisi kerusakan akibat banjir maupun longsor,” katanya.

BPBD mengingatkan potensi bencana susulan masih perlu diwaspadai terutama banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

“Warga di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan deras dapat memicu kembali bencana di wilayah terdampak,” kata Ilham.

Baca Juga

Banjir Berulang di Kota Padang, Warga: Kami Lelah Harus Kembali Membersihkan Rumah
Banjir Berulang di Kota Padang, Warga: Kami Lelah Harus Kembali Membersihkan Rumah
Guru dan Siswa SMPN 41 Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Minta Pemko Sediakan Eskavator
Guru dan Siswa SMPN 41 Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Minta Pemko Sediakan Eskavator
672 Warga Mengungsi dan Akses Guo Terputus Dampak Banjir Padang
672 Warga Mengungsi dan Akses Guo Terputus Dampak Banjir Padang
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Dinsos Padang Siapkan Dapur Umum Bantu Korban Banjir
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Lumin Park Padang Berulang Dihantam Banjir, Walhi Sumbar Desak Evaluasi Penataan Ruang Daerah Rawan Bencana
Dua Kecamatan di Padang Terparah Terdampak Banjir, 100 Warga Limau Manis Dievakuasi
Dua Kecamatan di Padang Terparah Terdampak Banjir, 100 Warga Limau Manis Dievakuasi