Bidik Kota Gastronomi UNESCO, Pemko Padang Libatkan 20 Ribu Pelaku Usaha Kuliner

Langgam.id — Pemerintah Kota Padang memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor gastronomi sekaligus mendorong kuliner lokal menembus pasar internasional. Upaya ini sejalan dengan persiapan Padang mengikuti seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang gastronomi.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan ambisi tersebut. Hal itu disampaikannya dalam temu ramah dengan pelaku usaha sektor gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026).

Menurut Fadly, Kota Padang memiliki potensi besar untuk mengembangkan gastronomi sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari kuliner, tetapi juga sektor perhotelan dan perjalanan umrah serta haji.

“Saat ini, Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang gastronomi. Kami mengharapkan kolaborasi para pelaku usaha agar cita-cita ini dapat terwujud,” kata Fadly.

Ia berharap kuliner khas Padang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu memperluas jangkauan ke pasar global.

“Kita ingin Kota Padang mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan gastronomi. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global dan mampu menembus pasar internasional,” ujarnya.

Fadly menambahkan, keanggotaan dalam jaringan kota kreatif dunia akan membuka peluang lebih luas bagi Padang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala internasional.

“Apabila kita sudah masuk dalam jaringan kota kreatif dunia, kita akan memiliki kesempatan mengembangkan berbagai kegiatan berskala internasional. Kita bisa dorong agar pameran gastronomi dapat diselenggarakan di Kota Padang, dan berbagai event internasional,” tuturnya.

Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Pemko Padang berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat melalui kemudahan berinvestasi, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta pembenahan lingkungan dan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, mengungkapkan terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang. Usaha tersebut mencakup berbagai skala, mulai dari mikro, kecil, menengah hingga besar.

Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan sektor kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Fauzan juga memaparkan perkembangan ekonomi dari tiga sektor yang berkaitan dengan gastronomi, yakni perhotelan, restoran, dan hiburan. Berdasarkan data realisasi pajak, total omzet ketiga sektor tersebut pada 2025 mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

“Alhamdulillah, hingga September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi bahwa capaian pada 2026 akan melampaui angka 2025, mengingat masih ada tiga bulan tersisa dan periode akhir tahun biasanya menjadi masa yang optimal bagi sektor-sektor tersebut,” kata Fauzan.

Selain sektor kuliner dan perhotelan, ia menilai perjalanan umrah dan haji juga menyimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan di Kota Padang.

Menurut Fauzan, terdapat sekitar 40 ribu jemaah umrah setiap tahun yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian Kota Padang.

Karena itu, ia berharap kerja sama pemerintah dan pelaku usaha dapat memperluas peluang investasi sekaligus meningkatkan daya saing kuliner lokal.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami berharap sektor gastronomi dapat terus berkembang, memperluas peluang investasi, meningkatkan daya saing kuliner lokal, serta memperkuat posisi Kota Padang di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Temu ramah tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, Ketua BPD PHRI Sumbar, Rina Pangeran, serta perwakilan organisasi usaha dan pariwisata, di antaranya APINDO, HIPMI, ASITA, KADIN, organisasi penyelenggara perjalanan umrah dan haji, serta para pelaku usaha gastronomi di Kota Padang. (HER)

Baca Juga

12 Atlet SOIna Padang Wakili Sumbar di Pesonas II 2026
12 Atlet SOIna Padang Wakili Sumbar di Pesonas II 2026
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Muaro Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Kawasan Muaro Padang
Wako Padang Dorong Penguatan SDM Kendaraan Listrik Lewat Kolaborasi PNP-Beifang
Wako Padang Dorong Penguatan SDM Kendaraan Listrik Lewat Kolaborasi PNP-Beifang
Kementerian Ekraf Gandeng Niriksagara, Bantu Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana di Padang
Kementerian Ekraf Gandeng Niriksagara, Bantu Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana di Padang
Bungus Teluk Kabung Siapkan Lebih 60 Kafilah, Bidik Hasil Terbaik di MTQN ke-42
Bungus Teluk Kabung Siapkan Lebih 60 Kafilah, Bidik Hasil Terbaik di MTQN ke-42
MTQ ke-42 Kota Padang Diikuti 663 Kafilah, Jadi Ajang Seleksi Menuju MTQ Sumbar 2027
MTQ ke-42 Kota Padang Diikuti 663 Kafilah, Jadi Ajang Seleksi Menuju MTQ Sumbar 2027