Langgam.id — Pemerintah Kota Padang bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong pengembangan kawasan Muaro Padang menjadi destinasi wisata yang lebih tertata dan menarik bagi wisatawan.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran dengan General Manager (GM) PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, di Ruang VIP Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan itu turut membahas rencana pengembangan kawasan di sekitar Pelabuhan Muaro Padang oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva, salah satu subholding Pelindo.
Fadly Amran mengatakan, pengembangan kawasan Muaro Padang sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang, terutama dalam penataan dan aktivasi kawasan pinggir pantai.
Menurutnya, Muaro Padang memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu masuk menuju Kepulauan Mentawai yang dikenal memiliki potensi wisata kelas dunia.
“Ini gayung bersambut. Kami berharap pengembangan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Padang, terutama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Fadly.
Ia menegaskan, Pemko Padang mendukung pengembangan kawasan tersebut karena juga dapat memperkuat upaya menjadikan Padang sebagai kota gastronomi dunia.
“Kami sangat mendukung pengembangan Muaro Padang, karena dapat mendukung Padang menjadi kota gastronomi dunia. Kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PT Pelindo untuk menyukseskan pembangunan ini,” ujarnya.
Sementara itu, GM PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari pembahasan lanjutan mengenai penataan kawasan Kota Tua dan Batang Arau.
Ia menyebutkan, pengembangan kawasan Muaro Padang akan dilakukan di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai.
“Kawasan yang akan kita tata berada di sekitar Muaro Padang, di sekitar terminal penumpang Mentawai Fast yang melayani perjalanan menuju Kepulauan Mentawai,” kata Ferrial.
Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan ditata dengan konsep yang lebih representatif, termasuk penataan kapal-kapal wisata agar terlihat lebih seragam dan teratur. Konsep penataan itu antara lain terinspirasi dari kawasan wisata maritim di Bali.
Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan pembangunan Maritim Center yang tengah dilakukan Pelindo.
“Ini sejalan dengan Maritim Center yang sedang kita bangun saat ini. Pengembangan kawasan ini dapat mendukung cita-cita Pemerintah Kota Padang menjadi kota gastronomi,” tuturnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemko Padang dan Pelindo berharap kawasan Muaro Padang dapat berkembang menjadi destinasi wisata maritim yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Padang. (HER)






