Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali membagikan masker kepada masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang diduga berasal dari daerah tetangga.
Hingga Selasa (6/10/2026) siang, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Dharmasraya tercatat 136 atau masuk kategori Tidak Sehat.
Pembagian masker dilakukan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai upaya melindungi masyarakat dari dampak paparan udara tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina mengatakan, sebanyak 5.000 masker dibagikan di enam titik, yakni depan RSUD Sungai Dareh, halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Sikabau, Koto Baru, Sungai Rumbai dan Tiumang.
“Karena kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya kembali memburuk, atas arahan Ibu Bupati kita kembali membagikan masker kepada pengguna jalan,” kata Yosta.
Menurutnya, seluruh Puskesmas juga telah diarahkan untuk membagikan masker di wilayah kerja masing-masing. Dengan demikian, perlindungan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas.
Yosta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori Tidak Sehat.
“Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan banyak minum air putih,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan paparan udara tidak sehat.
Gejalanya antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak atau sulit bernapas hingga iritasi mata.
“Apabila terasa gejala ISPA, iritasi mata dan gejala lainnya, silakan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Dharmasraya terbuka 24 jam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, sejak 23 September 2026 tidak lagi terpantau hotspot di wilayah Kabupaten Dharmasraya.
“Sejak 23 September sampai saat ini tidak lagi terpantau hotspot di Kabupaten Dharmasraya,” katanya.
Menurut Junaidi, kondisi tersebut mengindikasikan kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini diduga merupakan paparan asap dari daerah lain.
BPBD bersama instansi terkait, katanya, terus memantau perkembangan kualitas udara dan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Dharmasraya.
Pemkab Dharmasraya mengimbau masyarakat tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. (HER)






