Langgam.id – Ketika bencana terjadi, kesiapan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keselamatan anggota keluarga. Dalam kondisi tersebut, perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak kesiapsiagaan, terutama dalam memastikan kebutuhan anak, lansia, dan anggota keluarga lainnya.
Melihat pentingnya peran tersebut, Program Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (UNAND) membekali perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana.
Pembekalan itu dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penguatan Kapasitas Perempuan dan Keluarga dalam Membangun Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana”, yang digelar Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ibu Dharma Wanita Persatuan Korwil Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan untuk mempersiapkan diri dan keluarga menghadapi berbagai kondisi bencana.
Ketua kegiatan, Dr. Dwi Novrianda, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan penguatan kapasitas keluarga merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah dosen Fakultas Keperawatan UNAND memberikan materi yang berkaitan langsung dengan kesiapsiagaan keluarga.
Materi pertama, “Peran Perempuan dalam Kesiapsiagaan Bencana”, disampaikan Dr. Vetty Priscilla, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., MPH.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai tahapan kesiapsiagaan bencana. Mulai dari mengenali potensi risiko di lingkungan tempat tinggal, mempersiapkan kebutuhan keluarga hingga memastikan setiap anggota keluarga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Perempuan dinilai memiliki posisi penting dalam keluarga karena berperan dalam pengelolaan kebutuhan sehari-hari dan pengambilan keputusan terkait keselamatan keluarga.
Dengan pengetahuan dan kesiapan yang memadai, perempuan diharapkan tidak hanya mampu melindungi keluarganya, tetapi juga menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan sekitar.
Materi kedua, “Family Disaster Plan, Kesiapsiagaan Keluarga dengan Kelompok Rentan Lansia dan Anak”, disampaikan Dr. Rika Sabri, M.Kep., Sp.Kep.Kom.
Peserta diajak menyusun rencana kesiapsiagaan keluarga sebelum bencana terjadi. Rencana tersebut mencakup pengenalan potensi bahaya, penentuan jalur dan lokasi evakuasi, titik kumpul keluarga, nomor kontak darurat serta pembagian peran antaranggota keluarga.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak dan lansia. Kedua kelompok tersebut dapat menghadapi tantangan lebih besar ketika terjadi bencana sehingga kebutuhan dan strategi evakuasi perlu direncanakan sejak awal.
Sementara itu, materi “P3K di Rumah dan Tas Siaga Bencana” disampaikan Ns. Dally Rahman, M.Kep., Sp.Kep.M.B.
Peserta dibekali pengetahuan mengenai tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah ketika terjadi cedera maupun kondisi kegawatdaruratan sederhana.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan tas siaga bencana yang mudah dibawa ketika keluarga harus meninggalkan rumah dalam kondisi darurat.
Tas tersebut dapat berisi obat-obatan pribadi, makanan dan minuman, dokumen penting, pakaian, alat komunikasi, penerangan, perlengkapan kebersihan hingga kebutuhan khusus anak dan lansia.
Kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai bencana, tetapi juga diajak melihat kembali kesiapan keluarga masing-masing dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan tersebut, Prodi Profesi Ners Fakultas Keperawatan UNAND berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan diteruskan kepada anggota keluarga lainnya.
Kesiapsiagaan yang dibangun dari lingkungan keluarga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi bencana secara lebih terencana, cepat dan tepat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Fakultas Keperawatan UNAND dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian dan penerapan ilmu keperawatan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. (HER)






