Langgam.id – Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) resmi mendaftarkan diri sebagai peserta ke-18 dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat (Sumbar) 2026.
Namun, keikutsertaan kontingen Pesisir Selatan masih dibayangi persoalan anggaran yang hingga kini belum tersedia.
Ketua Umum KONI Kabupaten Pesisir Selatan M Adli mengatakan, proses pendaftaran masih harus dilengkapi. Panitia memberikan waktu hingga 29 September 2026 untuk menuntaskan proses tersebut.
Kata dia, salah satu kendala yang dihadapi adalah proses evaluasi APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Pesisir Selatan yang masih berlangsung di Pemerintah Provinsi Sumbar.
“Belum selesainya proses evaluasi RAPBD-P di provinsi tentu memakan waktu hingga APBD-P benar-benar sah untuk digunakan,” ujar Adli, Senin (28/9/2026).
Kondisi itu turut berdampak pada persiapan kontingen Pesisir Selatan, termasuk kebutuhan keberangkatan atlet dari masing-masing cabang olahraga (cabor).
Adli menyebutkan dalam kondisi anggaran yang masih belum tersedia, para atlet bahkan berpotensi berangkat tanpa seragam defile.
“Para atlet berpotensi berangkat tanpa seragam defile karena keterbatasan anggaran,” kata dia.
Persoalan serupa juga dihadapi untuk mengikuti rangkaian upacara pembukaan Porprov. KONI Pesisir Selatan menyebut anggaran yang tersedia saat ini masih nol, sehingga sejumlah kebutuhan untuk kegiatan tersebut belum dapat dipenuhi.
Di tengah keterbatasan itu, Kabupaten Pesisir Selatan tetap memiliki tanggung jawab sebagai tuan rumah dua cabang olahraga, yakni sepak takraw dan catur.
“Sebagai tuan rumah dua cabor yaitu takraw dan catur, Pessel berusaha menyiapkan apa adanya atau sesederhana mungkin,” jelasnya.
KONI Pesisir Selatan juga tengah berkoordinasi dengan masing-masing cabor mengenai kemungkinan keberangkatan atlet secara mandiri.
Langkah tersebut menjadi salah satu opsi agar atlet tetap dapat mengikuti pertandingan sembari menunggu anggaran hibah APBD-P selesai dan bisa digunakan.
“Kami akan bertanya lagi kepada cabor, apakah teman-teman cabor bersedia berangkat mandiri dan benar-benar siap hingga proses hibah APBD-P rampung dan boleh digunakan,” ungkapnya.
Adli mengungkapkan, berdasarkan informasi awal dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pesisir Selatan, pencairan anggaran diperkirakan paling cepat pada 9 Oktober 2026.
Dengan kondisi itu, KONI Pesisir Selatan masih menyesuaikan berbagai persiapan agar kontingen tetap dapat mengikuti Porprov, meski anggaran belum tersedia ketika ajang olahraga tingkat provinsi itu dimulai.
“Dengan kondisi ini, kami masih melakukan penyesuaian persiapan agar keikutsertaan kontingen tetap dapat berjalan meski pencairan anggaran belum tersedia saat Porprov dimulai,” tutur Adli. (WAN)




