Langgam.id — Beragam karya seni dan kriya hasil kreativitas siswa dipamerkan dalam Pameran Seni Rupa dan Kriya bertajuk “Rauik Rang Mudo” di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat.
Pameran yang digelar UPT Taman Budaya Sumbar bekerja sama dengan SMK Negeri 4 Padang dan SMK Negeri 8 Padang tersebut berlangsung 24 September hingga 3 Oktober 2026.
Kepala UPT Taman Budaya Sumbar M Devit mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi bakat dan minat sekaligus mempromosikan karya yang dihasilkan di bidang seni rupa dan kriya.
“Tujuan kegiatan ini untuk mengeksplorasi bakat dan minat dari anak-anak kita. Kami juga ingin mempromosikan semua hasil karya di bidang seni rupa dan kriya, termasuk produk batik, film dan karya lainnya,” kata Devit, Kamis (24/9/2026).
Pameran tersebut menampilkan beragam karya, mulai dari batik, tekstil, desain interior, pakaian, gantungan kunci, rehal, animasi, kotak tisu, hingga kriya keramik.
Namun, pameran ini tidak hanya diarahkan sebagai ruang untuk memajang hasil karya siswa. Kurator pameran, Iswandi Bagindo Parpatiah, melihat potensi yang lebih besar dari karya seni dan kriya tersebut, terutama jika dikembangkan dengan pendekatan kultural.
Menurutnya, pengembangan kriya Sumbar perlu berangkat dari kekayaan budaya yang dimiliki daerah. Hal itu sekaligus dapat menjawab kebutuhan wisatawan terhadap produk khas yang dapat dibawa pulang sebagai cendera mata.
“Di beberapa objek wisata, banyak wisatawan mengeluh tidak mendapat souvenir yang khas daerah yang bisa dijadikan oleh-oleh. Kalau songket itu sudah selesai, perlu ada yang lain lagi,” ujar Iswandi.
Karena itu, ia menilai Pameran “Rauik Rang Mudo” menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai kultural dalam karya kriya.
Iswandi mengatakan, tradisi kriya di Sumbar sebenarnya telah tumbuh sejak lama. Tantangannya saat ini adalah bagaimana potensi tersebut dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi, tanpa kehilangan identitas budaya.
“Kriya kita sebetulnya sudah tumbuh dari awal. Nah, bagaimana mengembangkan potensi kultural yang ada ini hingga menjadi sumber ekonomi, dan memproteksinya untuk masa depan,” katanya.
Ia berharap karya yang lahir dari kreativitas generasi muda tidak berhenti sebagai karya pameran, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang memiliki pasar dan menjadi bagian dari identitas budaya Sumbar.
Dari Karya Siswa Menjadi Bekal Ekonomi
Kepala SMK Negeri 4 Padang dan SMK Negeri 8 Padang, Ita Desnatalia, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, ruang pamer seperti ini penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam melihat dan mengembangkan karya mereka.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya ini tidak selesai di sini, tetapi juga untuk tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Ia berharap siswa dapat menjadikan pameran tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan keahlian di bidang seni rupa dan kriya.
Dengan pengalaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan berkarya, tetapi juga mampu melihat peluang ekonomi dari karya yang mereka hasilkan.
“Harapan kami anak-anak bisa menjadikan pameran ini sebagai pembelajaran untuk mengembangkan keahlian di bidang seni rupa dan kriya. Sehingga ke depan mampu memberikan nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumbar Fadhli Junaidi yang membuka pameran tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam pengembangan seni dan budaya.
Ia menyampaikan pesan Gubernur Sumbar agar ruang-ruang yang tersedia di Taman Budaya dapat dimaksimalkan untuk mendorong kemajuan kebudayaan Sumbar.
Pameran “Rauik Rang Mudo” diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kreativitas generasi muda, kekayaan budaya lokal dan peluang ekonomi kreatif.
Melalui karya-karya tersebut, siswa tidak hanya belajar menciptakan produk seni, tetapi juga mulai mengenal bagaimana budaya dapat diterjemahkan menjadi karya yang memiliki nilai, fungsi dan peluang pasar. (HER)






