Langgam.id — Tiga akademisi Universitas Andalas (UNAND) memperoleh pendanaan Program Hilirisasi Skema Tim Pakar/Pengkaji Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2026.
Ketiganya berasal dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian UNAND. Mereka yakni Prof. Ir. Uyung Gatot Syafrawi Dinata, M.T., Dr.-Ing., Dr. Prima Fithri, S.T., M.T., dan Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, M.P.
Rilis yang diterima redaksi, Jumat (18/9/2026), menyebutkan keterlibatan tiga akademisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung agenda nasional hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.
Melalui program tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, atau solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, dan pembangunan.
Dalam Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis–Dorongan Teknologi Tahun 2026, Tim Pakar/Pengkaji bertugas melakukan kajian pra-studi kelayakan serta memberikan rekomendasi mengenai kelayakan produk atau teknologi untuk dikembangkan menuju tahap hilirisasi.
Ketiga akademisi UNAND tersebut akan terlibat dalam tema kajian berbeda sesuai bidang kepakarannya.
Prof. Uyung Gatot Syafrawi Dinata dari Fakultas Teknik akan terlibat dalam kajian HIREIS (Hybrid Renewable Energy Irrigation System). Teknologi tersebut mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan untuk sistem irigasi, yang berkaitan dengan efisiensi energi dan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Prima Fithri dari Fakultas Teknik akan terlibat dalam kajian teknologi pengendalian kapang dan risiko mikotoksin berbasis ragi sebagai agen bioprotektif pascapanen rempah prioritas Indonesia.
Kajian tersebut berkaitan dengan persoalan pascapanen komoditas rempah, khususnya pengendalian kapang dan risiko mikotoksin yang berpengaruh terhadap kualitas, keamanan pangan, umur simpan, serta nilai ekonomi komoditas.
Adapun Prof. Novri Nelly dari Fakultas Pertanian akan terlibat dalam kajian hilirisasi paket teknologi umpan dan formula cair nanoenkapsulasi CNSL-Maja berbasis matriks Dioscorea untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) kakao.
Teknologi tersebut mengembangkan pendekatan formulasi dan nanoenkapsulasi untuk mendukung pengendalian OPT pada tanaman kakao.
Program tersebut dilaksanakan dalam dua batch pendanaan. Batch pertama berlangsung pada 2026 dengan Dr. Prima Fithri sebagai salah satu penerima pendanaan. Sementara batch kedua dilaksanakan pada 2027 dan mencakup Prof. Uyung Gatot Syafrawi Dinata serta Prof. Novri Nelly.
Keterlibatan tiga akademisi UNAND tersebut menunjukkan peran kepakaran perguruan tinggi dalam proses hilirisasi, mulai dari mengkaji kesiapan teknologi hingga peluang pengembangannya.
Tim Pakar/Pengkaji tidak hanya menilai aspek teknis dan kesiapan teknologi. Berdasarkan panduan Kemdiktisaintek 2026, tim juga perlu melihat aspek pasar, model bisnis, keuangan, risiko, hingga regulasi.
Dengan demikian, keterlibatan akademisi UNAND dalam program tersebut turut memperluas peran dosen dalam ekosistem riset dan inovasi nasional.
Kepakaran dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian yang terlibat dalam tiga tema tersebut juga memperlihatkan beragam bidang riset UNAND yang diarahkan pada kebutuhan nyata.
Mulai dari teknologi energi terbarukan untuk irigasi, keamanan pascapanen rempah, hingga pengendalian OPT kakao, ketiganya memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong hasil penelitian agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih luas.
Bagi UNAND, keterlibatan Prof. Uyung Gatot Syafrawi Dinata, Dr. Prima Fithri, dan Prof. Novri Nelly dalam Program Hilirisasi Kemdiktisaintek menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. (HER)






