LANGGAM.ID– UIN Imam Bonjol Padang menempajtb mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 52 tahun 2026 di daerah-daerah yang terdampak bencana, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi mendorong pemulihan pascabencana.
Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN tahun ini lebih kurang 2.500 mahasiswa yang tersebar di 10 Kabupaten di Sumatera Barat di antaranya Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Solok, Tanah Datar dan Agam pada 18-20 Juli 2026.
Rektor UIN IB Padang Martin Kustati menyampaikan bahwa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu implementasi nyata program UIN Berdampak yang berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor juga menjelaskan, penempatan mahasiswa KKN Mitigasi Bencana di Kabupaten Padang Pariaman merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan penanggulangan bencana yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari proses pemulihan (recovery) pascabencana melalui pendampingan kepada masyarakat serta penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Program (KKN) Mitigasi Bencana ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas penanganan bencana yang telah kita lakukan sebelumnya. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam proses pemulihan sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat,” ujar Rektor.
Sementara itu, Rektor di sambut hangat oleh Susi Masni selaku Kasi Kesra Nagari Pasie Laweh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan terhadap (UIN) Imam Bonjol Padang yang menempatkan mahasiswa (KKN) di wilayah tersebut.
“Kami siap menerima adik-adik mahasiswa KKN dengan tangan terbuka. Kami berharap selama berada di sini, adik-adik dapat mengikuti aturan yang berlaku serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengharapkan agar seluruh mahasiswa (KKN) dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat serta mematuhi aturan dan norma yang berlaku selama menjalankan pengabdian di Kabupaten Padang Pariaman tutupnya.






