Langgam.id – Pengemudi ojek online (ojol) menyoroti potongan apliktor 8 persen yang dinilai memberatkan. Tuntutan itu disampaikan saat mereka menggelar demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (10/9/2026).
Seorang pengemudi Maxim, Darma, mengatakan para pengemudi ojol meminta aplikator menghapus potongan delapan persen dari pendapatan pengemudi.
“Kami meminta aplikator menghapus potongan delapan persen kepada driver,” sorak Darma saat berorasi.
Selain potongan apliktor tersebut, para pengemudi ojol juga meminta sistem Turbo pada aplikasi Maxim dihapus. Mereka menilai fitur itu membuat pengemudi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan order lebih banyak.
Darma menjelaskan, sistem Turbo pada aplikasi Maxim merupakan fitur berbayar yang memberikan prioritas kepada pengemudi dalam mendapatkan order. Apabila tidak mengunakan itu, pengemudi ojol minim mendapatkan orderan.
“Sebelum ada sistem Turbo rata-rata kami bisa dapat 15 penumpang. Semenjak ada sistem Turbo, kalau tidak pakai, paling tiga sampai lima orderan didapat,” sesalnya.
Ia mengatakan pengemudi ojol harus membayar Rp15 ribu untuk menggunakan sistem Turbo selama tiga jam. Fitur ini dapat dibeli langsung melalui aplikasi Maxim.
Darma menilai sistem ini membuat pengemudi harus mengeluarkan biaya tambahan agar memperoleh order. Karena itu, mereka meminta Maxim menghapus sistem Turbo dan menerapkan sistem pembagian order yang lebih adil.
“Kami meminta prioritas agar sistem Maxim ini jangan merugikan kami terlalu besar,” tegasnya.
Massa pengemudi ojol ini tergabung dalam aksi bersmaa massa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). (WAN)






