Langgam.id- Pengusaha asal Sumatra Barat Yendra Fahmi tercatat sebagai pemilik PT Surya Global Makmur (SGM), yang diduga mendapatkan keistimewaan dari PT Semen Indonesia Grup (SIG) dalam memasok batu bara di PT Semen Padang.
PT SGM merupakan vendor batu bara yang sempat disoroti Anggota Komisi VI DPR RI, karena mendapatkan uang muka sebesar 30 persen atau Rp 230 miliar dengan kontrak dua tahun. Namun, saat kontrak berakhir pada April 2025, PT SGM diduga tak mampu memenuhi kontrak dan terpaksa mengembalikan sebagian uang muka yang sebelumnya diterimanya.
Data situs resmi Ditjen AHU Kementerian Hukum RI, pemegang saham mayoritas PT SGM diketahui PT Indobagus Energy dengan 1.698 dari 1.700 lembar saham. PT Indobagus Energy diduga bagian dari grup usaha Indobagus Investama milik pengusaha asal Sumbar Yendra Fahmi. Yendra tercacat sebagai penerima manfaat dari PT SGM.
Selain itu, PT Indobagus Energy milik Yendra Fahmi juga memiliki saham di PT Jambi Prima Coal (JPC). Perusahaan ini diduga memasok batu bara ke PLTU Teluh Sirih Padang
Mengenal Yendra Fahmi
Yendra Fahmi diketahui adalah seorang pengusaha Indonesia asal Sulit Aia Kabupaten Solok, Sumbar. Ia kelahiran Pekanbaru, 23 Januari 1971
Yendra dikenal sebagai pemilik Grup Usaha Indobagus Investama yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, properti dan otomotif. Usahanya tersebar di Jakarta, Jambi dan Kalimantan.
Ia mengembangkan sayap ke lini otomotif dengan mengambil alih PT Adedanmas, dealer Mercedes terbesar di Indonesia yang berlokasi di Jalan T B Simatupang. Kemudian, dia mengganti nama dealer mobil mewah itu menjadi PT Suri Motor Indonesia.
Yendra Fahmi dikenal pula melalui aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Bendahara Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) dan anggota Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Yendra sering memberikan bantuan lewat Muhammadiyah. Pada Desember 2025, ia menyerahkan bantuan senilai Rp 2,5 miliar untuk korban bencana Sumbar.
Selain itu, ia juga membeli bekas kantor polisi di Melbourne, Australia, untuk dijadikan masjid. Nama masjidnya yaitu Hajjah Yuliana yang merupakan nama ibu kandungnya.
Masjid Hajjah Yuliana tak hanya dibangun Yendra di Melbourne. Sebelumnya, ia juga pernah membangun masjid dengan nama yang sama di PMT Hamka Kota Padang pada 2018.
Langgam.id telah mencoba mengajukan wawancara kepada Yendra Fahmi. Upaya konfirmasi melalui pesan daring tidak ada jawaban hingga berita ini ditulis.






