Dari Booth Pinggiran Kompleks hingga Keliling Padang, Roti Bakar Royal Krezz Tumbuh bersama ShopeeFood

Roti Bakar Royal Krezz

Driver ShopeeFood saat menjemput roti Bakar Royal Krezz di Padang, Jumat (28/8/2026). (Langgam.id / Mukhtar Syafi'i)

Langgam.id – Di era perdagangan digital, lokasi strategis bukan lagi satu-satunya faktor penentu berkembangnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lewat platform digital dan media sosial, produk usaha bisa menjangkau konsumen dari berbagai tempat.

Fakta itu dijalani Roti Bakar Royal Krezz di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Booth usaha ukuran 2 x 1,5 meter milik Satyan Arrozi (36) itu berada di pinggiran Kompleks Perumahan Dangau Teduh, Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung. Lokasinya berada di tanah fasilitas umum (fasum), dekat hamparan sawah. Tidak ada keramaian dan lalu lintas kendaraan padat seperti di jalan utama.

Sebagian pelanggan bahkan tidak percaya ada usaha roti bakar di kawasan tersebut. Namun, berkat memanfaatkan platform digital seperti ShopeeFood, pesanan roti bakar Royal Krezz datang dari berbagai sudut Kota Padang.

“Alhamdulillah banyak orderan dari lokasi jauh, bahkan berjarak 15 kilometer dari booth saya,” kata Rozi kepada Langgam.id, Rabu (26/08/2026).

Roti bakar Royal Krezz mulai beroperasi pada 1 November 2023 dengan modal awal sekitar Rp 15 juta. Awalnya, Rozi membuka pesanan melalui WhatsApp. Kemudian, ia mulai memanfaatkan sejumlah aplikasi pemesanan makanan, termasuk ShopeeFood.

“Sekitar sepekan pertama dulu cuma pakai pesanan WhatsApp. Baru setelah itu saya buka layanan pemesanan lewat platform digital,” kata putra asli Solok itu.

Ayah dua anak itu memilih membuka usaha yang dekat dari rumah karena berbagai pertimbangan. Salah satunya tidak perlu membayar sewa tempat, dan bisa sembari mengasuh anak karena istrinya sehari-hari bekerja sebagai guru Taman Kanak-kanak (TK).

“Kalau di pinggir jalan utama, biaya sewanya tinggi. Usaha saya kecil-kecilan,” katanya.

Dari booth yang berada di kawasan yang relatif sepi itu, Rozi kemudian membangun jalur penjualan melalui internet. Sekitar 70 persen penjualan roti bakarnya berasal dari platform jual beli online. Paling dominan tentu saja ShopeeFood.

Misalnya, dalam sehari ketika mendapatkan sekitar 30 pesanan, 15 hingga 20 di antaranya dapat berasal dari ShopeeFood. Menurut Rozi, platform digital betul-betul berperan besar memperluas jaringan pasar bisnis kecilnya.

“Dari platform lain tentu ada juga, tapi ShopeeFood lebih mendominasi,” katanya.

Berkat berjualan online, pelanggan yang datang langsung ke booth juga kian bertambah. Mereka yang datang langsung ke booth rata-rata mengenal usaha roti bakar Rozi lewat platform digital.

“Pelanggan offline juga banyak yang dari platform. Mereka pesan sekali dua kali lewat platform, setelah itu datang langsung ke lokasi,” tuturnya.

Rozi menuturkan, promosi yang dilakukan platform digital juga menjadi faktor utama pembeli berbelanja. Seperti ShopeeFood yang kerap memberikan promo gratis ongkos kirim (ongkir) hingga potongan harga bagi pelanggan baru, maupun yang sudah berlangganan.

“Banyak promo yang membuat pelanggan lebih cenderung memilih ShopeeFood. Tentu sangat menguntungkan bagi kami pelaku usaha,” ujarnya.

Saat ini, roti bakar Royal Krezz beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB dengan 26 pilihan menu. Harganya mulai Rp 16 ribu hingga Rp 23 ribu. Omzet rata-rata yang diperoleh berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu per hari.

Bagi Rozi, usaha itu bukan sekadar aktivitas perdagangan harian. Dari penjualan roti bakar, ia menghidupi keluarganya sekaligus menjaga agar usahanya terus berjalan dan berkembang.

“Mudah-mudahan bisa buka cabang nanti,” tuturnya.

Di sisi lain, Rozi berharap agar platform digital tidak memberikan potongan harga yang terlalu tinggi untuk pelaku usaha. Dengan demikian, usaha kecil terus tumbuh dan berkembang.

Lampiran Gambar
Satiyan Arrozi, pemilik roti bakar Royal Krezz di Padang yang memaafkan platform digital memperluas pasar usahanya. (Langgam.id / Mukthar Syafi’i)

Platform Digital Memperluas Akses Pasar

ShopeeFood telah menjadi salah satu layanan digital paling banyak digunakan pelaku usaha kuliner di Kota Padang dan seluruh kota di Indonesia. Kehadiran layanan pesan-antar membuat pelaku usaha kuliner memiliki saluran tambahan untuk menerima pesanan secara digital.

Sementara bagi produk UMKM nonkuliner, marketplace membuka ruang untuk memperkenalkan produk ke konsumen di luar wilayah asalnya.

Dukungan Shopee terhadap UMKM juga dilakukan melalui edukasi dan pendampingan. Kampus UMKM Shopee, misalnya, dikembangkan untuk memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan agar pelaku usaha dapat meningkatkan keterampilan digital serta memperluas jangkauan pasar.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto menyebut program tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem digital.

“Misi kami untuk UMKM akan selalu sama, yaitu mendukung pertumbuhan produk lokal dan menjadi kawan dalam membantu UMKM naik kelas,” kata Christin dikutip dari situs resmi Shopee.

Pada 2026, dukungan terhadap pelaku usaha juga diperluas melalui program pelatihan bersama pemerintah. Dalam program Emak-Emak Matic dan Gen Matic, peserta mendapat keterampilan untuk mengoptimalkan peluang sebagai penjual, merchant ShopeeFood, dan afiliator. Program tersebut mencatat rata-rata peningkatan penjualan penjual Shopee hingga tiga kali lipat dan pesanan merchant ShopeeFood hingga 1,8 kali lipat setelah pelatihan.

Deputy Director Government Relations Shopee, Balques Manisang mengatakan program tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi digital.

“Kami terus meningkatkan dukungan kita terhadap peningkatan literasi digital,” ujarnya dalam kegiatan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif pada 2026.

Shopee juga terus memperluas dukungan melalui program ekspor, pelatihan dan berbagai fitur pemasaran digital. Dalam Gerakan Ekspor UMKM Shopee, misalnya, sebanyak 1.000 UMKM mendapat pelatihan ekspor di 10 Kampus UMKM Shopee.

Di sisi pemasaran, teknologi memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan berbagai kanal digital, mulai dari marketplace hingga fitur interaktif seperti Shopee Live. Produk lokal tidak lagi hanya bergantung pada pasar di sekitar tempat usaha, tetapi memiliki kesempatan menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas.

Jalan UMKM Naik Kelas

Digitalisasi semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha UMKM. Di Padang, hingga 2026 tercatat lebih dari 48 ribu usaha berada dalam pembinaan. Sektor ritel dan kuliner menjadi dua kelompok usaha terbesar di ibu kota Provinsi Sumbar itu.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pelaku UMKM dituntut melek digital. Hal ini sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang yakni UMKM Naik Kelas. Menurutnya, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan produk, dan menjangkau konsumen lebih luas.

“Kemampuan memasarkan produk secara digital semakin penting bagi pelaku usaha di dunia yang serba digital,” kata Maigus dalam workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) yang diikuti ratusan pelaku UMKM di Padang pada Selasa (11/08/2026) lalu.

Menurutnya, masyarakat di era digital semakin terbiasa menggunakan teknologi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Secara otomatis, pelaku UMKM dituntut wajib beradaptasi dan memanfaatkan peluang tersebut agar usahanya terus berkembang dan memperluas pasar.

Sementara itu, Kementerian UMKM menempatkan peningkatan kapasitas digitalisasi sebagai bagian dari strategi penguatan produk lokal dan perluasan pemasaran UMKM. Pemerintah juga mengembangkan SAPA UMKM sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan data dan berbagai layanan pemberdayaan UMKM.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha.

“Saya sangat meyakini produktivitas UMKM di Tanah Air akan meningkat ketika mereka sudah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas usahanya,” ujar Maman dalam forum nasional mengenai AI pada Juli 2026 lalu.

Dalam kesempatan lain, Maman juga menegaskan arah kebijakan pemerintah terhadap perdagangan digital.

“Pemerintah berkomitmen memastikan pelindungan dan peningkatan daya saing pengusaha UMKM yang berjualan di platform e-commerce,” katanya pada April 2026.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan dan Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro dan Usaha Kecil dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Regulasi yang ditetapkan 15 Juni dan diundangkan 17 Juni 2026 itu mengatur antara lain perlindungan serta insentif bagi UMK dalam ekosistem perdagangan digital.

Salah satu kebijakan yang diatur adalah potongan biaya layanan sedikitnya 50 persen bagi UMK terverifikasi yang hanya menjual produk dalam negeri pada platform perdagangan elektronik non-UMKM. Pada Agustus 2026, Maman menyebut integrasi teknis kebijakan tersebut dengan sistem SAPA UMKM telah mencapai sekitar 95 persen.

Pentingnya internet bagi pelaku usaha kecil juga ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2026), Prabowo menyebut internet sebagai sarana strategis bagi usaha kecil untuk menjangkau pasar lebih luas.

“Bagi kita, internet adalah jalan bagi rakyat untuk belajar, bagi anak-anak desa untuk dapat pelajaran yang baik, bagi puskesmas untuk lebih baik melayani rakyat, dan bagi usaha kecil untuk menemukan pasar,” kata Prabowo. (ICA)

Baca Juga

Goreng baluik lado hijau, khas Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh. (Dok. Istimewa)
Kisah Rumah Makan Goreng Baluik Payakumbuh di Padang: Sempat Dihantam Penurunan Omzet, Kini Bidik Cabang Baru
Padang Semakin Dekat Menjadi Kota Gastronomi
Padang Semakin Dekat Menjadi Kota Gastronomi
Haraku Ramen, jaringan ramen halal dan The People's Cafe yang berada di bawah naungan Ismaya Group, resmi membuka gerai pertamanya di Sumbar
Haraku Ramen dan The People’s Cafe Hadir di Basko City Mall Padang
Daya Saing Pelaku Usaha Diperkuat Lewat Sosialisasi HAKI
Daya Saing Pelaku Usaha Diperkuat Lewat Sosialisasi HAKI
Melihat Usaha Kerupuk Hiu Zikra di Pasie Nan Tigo
Melihat Usaha Kerupuk Hiu Zikra di Pasie Nan Tigo
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
UMKM Masih jadi Penopang Ekonomi Sumbar, Perbankan Salurkan Rp31,62 Triliun per Juni 2025