Langgam.id – Salah satu vendor batu bara sempat disoroti Anggota Komisi VI DPR RI, karena diduga mendapatkan keistimewaan dari PT Semen Indonesia (SIG). Perusahaan tersebut diduga mendapatkan uang muka sebesar 30 persen atau Rp 230 miliar.
Kontrak pengadaan tersebut berakhir pada April 2025. Namun, vendor diduga tak mampu memenuhi kontrak dan terpaksa mengembalikan sebagian uang muka yang sebelumnya diterima, yakni sekitar Rp 60 miliar.
“Info dari SIG, kontraknya sudah diperbaharui, karena keterlambatannya disebabkan faktor penutupan jalan akses ke tambang oleh warga Jambi. Spt itu infonya,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib kepada Langgam, Selasa (25/08/2026).
Berdasarkan sumber Langgam.id, vendor batu bara yang mendapatkan perlakuan khusus itu adalah PT Surya Global Makmur atau SGM. Perusahaan tersebut mendapatkan kontrak selama dua tahun (2023-2025) untuk pengadaan sebanyak 1,2 juta ton batu bara di PT Semen Padang.
Profil PT SGM
Data situs resmi Ditjen AHU Kementerian Hukum RI, PT SGM diketahui adalah perusahaan dengan Surat Keputusan (SP) Data Perseroan bernomor AHU-AH.01.09-0359595 tertanggal 26 November 2025 yang berkedudukan di Kota Depok, Jawa Barat.
PT SGM beralamat di Graha Surveyor Indonesia Lantai 3, Suite 302 A, Jalan Jendral Gatot Subroto, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Fokus unit usaha utama perusahaan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2020 adalah pertambangan batu bara yang mencakup seluruh cakupan operasi pertambangan batu bara.
Kemudian, perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas yang mencakup aktivitas perdagangan besar untuk berbagai komoditas energi pokok, antara lain minyak bumi mentah, minyak bakar, solar, premium, kerosene, avtur, batu bara, arang, bahan bakar kayu, biofuel, gas hingga minyak lumas dan produk turunan nuklir.
Pemegang saham mayoritas PT SGM adalah PT Indobagus Energy dengan 1.698 dari 1.700 lembar saham. PT Indonagus Energy ini diduga bagian dari grup usaha Indobagus Investama milik pengusaha asal Sumatra Barat Yendra Fahmi
Berdasarkan penelusuran, penerima manfaat dari PT SGM berdasarkan Administrasi Hukum Umum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia diketahui bernama Yendra Fahmi.
Langgam.id telah mencoba mengajukan wawancara kepada Yendra Fahmi. Upaya konfirmasi melalui pesan daring tidak ada jawaban hingga berita ini ditulis.
Langgam.id juga sudah mencoba menghubungi General Manager Strategic Procurement PT Semen Indonesia Ade Meiriyadi. Namun dia tidak menanggapi pesan maupun telepon Langgam.id.
Profil Yendra Fahmi
Yendra Fahmi diketahui adalah seorang pengusaha Indonesia asal Minangkabau yang berasal dari Sulit Aia Kabupaten Solok. Ia dikenal sebagai pemilik Grup Usaha Indobagus Investama yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, properti dan otomotif. Usahanya tersebar di Jakarta, Jambi dan Kalimantan.
Selain itu, Indobagus Investama juga memiliki dan mengelola sejumlah aset properti di Jakarta seperti Sudirman Suites, Wisma Benhil, dan Menara Kuningan.
Pada 2018, ia mengembangkan sayap ke lini otomotif dengan mengambil alih PT Adedanmas, dealer Mercedes terbesar di Indonesia yang berlokasi di Jalan T B Simatupang dari keluarga Jusuf Gading. Nama dealer mobil mewah tersebut kemudian diganti menjadi PT Suri Motor Indonesia.
Selain berbisnis, Yendra Fahmi dikenal pula melalui aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Ia antara lain tercatat sebagai Bendahara Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang) dan anggota Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. (**)






