Langgam.id – Beredar di media sosial bangunan SD Negeri 19 Beringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, runtuh akibat terkikis aliran sungai yang berada tepat di belakang bangunan sekolah.
Kondisi ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang dalam dua hari belakangan. Sehingga membuat debit sejumlah sungai kembali meningkat dan alirannya menjadi lebih deras.
Pantauan Langgam.id pada Jumat (21/8/2026), bangunan yang terlihat dari arah jembatan gantung tersebut memang telah mengalami keruntuhan. Posisi bangunan berada tepat di tepian sungai, dengan bagian bawah bangunan berada di atas atau sangat dekat dengan aliran sungai yang mengikis tanah di sekitarnya.
Namun, dari penelusuran Langgam.id, bangunan yang ambruk tersebut ternyata bukan lagi gedung yang digunakan untuk proses belajar mengajar atau PBM.
Langgam.id kemudian menelusuri lokasi SD Negeri 19 Beringin yang saat ini digunakan. Sekolah tersebut ternyata berada di lokasi berbeda, tepat di seberang Jalan Kampung Jua dan jauh dari tepian sungai. Bangunan sekolah baru itu berada di tengah kawasan persawahan masyarakat.
Seorang pedagang yang berada di depan SD Negeri 19 Beringin yang baru, Nofrianti, mengatakan bangunan sekolah lama yang berada di dekat sungai memang sudah lama tidak digunakan untuk PBM.
Kata dia, aktivitas pendidikan telah dipindahkan ke bangunan sekolah yang baru sejak lama. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti tahun pemindahan tersebut.
“Yang sekolah lama itu sudah lama tidak dipakai. Belajarnya sekarang di sekolah yang baru,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).
Nofrianti menambahkan, bangunan lama yang berada di tepi sungai memang kerap dikhawatirkan mengalami kerusakan ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat.
Menurutnya, posisi bangunan yang berdampingan langsung dengan sungai membuat kawasan tersebut rawan terdampak arus deras, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kalau air besar memang sering dikhawatirkan, karena sekolah yang lama itu langsung di pinggir sungai,” ungkapnya.
Kekhawatiran serupa, kata dia, juga dirasakan terhadap sejumlah bangunan milik warga yang berada di sekitar tepian sungai. Beberapa waktu lalu, bangunan warga di kawasan tersebut juga sempat dikhawatirkan terseret arus karena debit sungai meningkat dan alirannya cukup deras.
“Bangunan warga di sana juga pernah dikhawatirkan terseret arus karena memang dekat dengan sungai,” tuturnya.
Nofrianti menegaskan, untuk saat ini tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar di bangunan lama yang ambruk tersebut.
“Seluruh kegiatan belajar mengajar SD Negeri 19 Beringin telah berlangsung di gedung sekolah yang baru dan berada jauh dari tepian sungai,” pungkasnya. (WAN)






