Momen HUT ke-81 RI, Pakar Pertanian Ungkap Petani Masih Terpinggirkan

Luas lahan sawah di Kota Padang mengalami penurunan signifikan. Dari total 4.341 hektare lahan sawah yang tersedia, hingga tahun 2030 hanya

Rumah subsidi di dekat areal persawahan di Padang. (Foto: Infopublik)

Langgam.id – Pakar pertanian asal Sumatra Barat (Sumbar) Ir Djoni menilai, perkembangan sektor pertanian Indonesia masih berjalan di tempat meski Indonesia sudah 81 tahun merdeka.

Menurut penggiat dan inovator pertanian itu, ukuran keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga kondisi petani yang menjadi pelaku utama sektor tersebut.

“Secara utuh Indonesia ini, pertanian kita jalan di tempat,” kata Djoni usai menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sumbar, Senin (17/8/2026).

Djoni mengatakan kesejahteraan, kedaulatan, dan kemandirian petani seharusnya menjadi tolak ukur dalam melihat perkembangan pertanian.

“Mengukur perkembangan petani diliat dari kesejahteraan petani. Kemerdekaan, kedaulatan petani, kemandirian petani, itu adalah ukurannya,” ujar pegagas konsep sawah pokok murah tersebut.

Ia menilai jika ukuran tersebut digunakan, kondisi petani saat ini belum menunjukkan banyak perubahan.

“Kalau adalah ukurannya masih melihat tinggi produksi dan pendapatan, petani tetap berada di posisi yang terpinggirkanlah,” jelasnya.

Kata Djoni, kesejahteraan petani masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. “Kesejahteraan petani masih sama. Belum banyak beda,” ujarnya.

Djoni sendiri telah berkecimpung dalam sektor pertanian selama puluhan tahun. Ia mengaku sudah 11 tahun pensiun dari Dinas Pertanian.

Meski pensiun sebagai aparatur pemerintah, ia tetap melakukan pendampingan terhadap petani dan mengembangkan berbagai inovasi pertanian.

“Saya ini kan kecintaan ke petani dan pertanian. Jadi walaupun pensiun dari pemerintah. Saya masih aktif melakukan pendampingan petani, memberikan inovasi-inovasi, pencerahan,” ungkapnya.

Ia menyebut aktivitas tersebut merupakan rangkaian panjang yang telah dilakukannya selama sekitar 40 tahun.

“Ini rangkaian panjang sudah 40 tahun. Bukan ujung-ujung jadi. Ini rangkaian panjang 40 tahun,” tuturnya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan Djoni adalah metode sawah pokok urah. Inovasi tersebut ditujukan untuk memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam menekan biaya produksi.

Djoni juga menerima penghargaan dari Pemprov Sumbar sebagai penggiat dan inovator pertanian pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang berasal dari masyarakat juga penting dalam mendorong perkembangan pertanian.

“Kita diarahkan mengakui bahwa ada inovasi. Karena inovasi rakyat ini menjadi sangat penting. Inovasi rakyat yang memberikan kemurahan kepada rakyat, terutama untuk petani,” katanya. (WAN)

Baca Juga

Djoni, Penggagas Sawah Pokok Murah Terima Penghargaan di Momen HUT ke-81 RI
Djoni, Penggagas Sawah Pokok Murah Terima Penghargaan di Momen HUT ke-81 RI
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Unand Hadirkan Pompa Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Bawang di Alahan Panjang
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Unand Hadirkan Pompa Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Bawang di Alahan Panjang
Serapan Gabah Bulog Sumbar Catat Sejarah, Tembus 52 Persen di Awal Mei 2026
Serapan Gabah Bulog Sumbar Catat Sejarah, Tembus 52 Persen di Awal Mei 2026
Bangkit dari Banjir, Petani Padang Pariaman Deklarasikan Kawasan Daulat Pangan
Bangkit dari Banjir, Petani Padang Pariaman Deklarasikan Kawasan Daulat Pangan
Rehabilitasi Pertanian di Sumbar, Pemerintah Pusat Alokasikan Rp455 Miliar
Rehabilitasi Pertanian di Sumbar, Pemerintah Pusat Alokasikan Rp455 Miliar
Sinergi Kearifan Lokal, Inovasi Teknologi, dan Hilirisasi: SINTETA 2025 FATETA Unand Dorong Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Pertanian Indonesia
Sinergi Kearifan Lokal, Inovasi Teknologi, dan Hilirisasi: SINTETA 2025 FATETA Unand Dorong Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Pertanian Indonesia