Djoni, Penggagas Sawah Pokok Murah Terima Penghargaan di Momen HUT ke-81 RI

Djoni, Penggagas Sawah Pokok Murah Terima Penghargaan di Momen HUT ke-81 RI

Ir Djoni, Pegagas konsep sawah pokok murah penerima penghargaan penggiat dan inovator pertanian Sumbar. (Foto: Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memberikan penghargaan kepada Ir Djoni di momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Pegagas konsep sawah pokok murah ini terpilih sebagai penggiat dan inovator pertanian Sumbar.

Djoni mengatakan penghargaan tersebut, menjadi bentuk pengakuan terhadap inovasi yang lahir dari masyarakat, khususnya untuk membantu petani.

“Kita diarahkan mengakui bahwa ada inovasi. Karena inovasi rakyat ini menjadi sangat penting. Inovasi rakyat yang memberikan kemurahan kepada rakyat, terutama untuk petani,” kata Djoni yang juga pernah menjadi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar tersebut.

Bagi Djoni, penghargaan yang ia dapatkan tidak terlepas dari aktivitasnya mendampingi petani, meski telah pensiun dari pemerintahan. Ia mengaku sudah 11 tahun pensiun dari Dinas Pertanian.

Namun, kegiatan mendampingi petani dan memberikan inovasi tetap dilakukan Djoni.

“Saya ini kan kecintaan kepada petani dan pertanian. Jadi walaupun pensiun dari pemerintah, saya masih aktif melakukan pendampingan petani, memberikan inovasi-inovasi, pencerahan,” ujarnya.

Kata Djoni, aktivitasnya di bidang pertanian bukan baru dilakukan setelah pensiun. Ia menyebutkan pengalamannya bersama petani telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Ini rangkaian panjang sudah 40 tahun. Bukan ujung-ujung jadi. Ini rangkaian panjang 40 tahun,” tuturnya.

Djoni mengaku telah aktif di sawah sejak 1984. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar untuk terus memberikan pendampingan dan inovasi kepada petani.

Ia juga menyoroti kondisi petani saat ini. Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan pertanian seharusnya dilihat dari kesejahteraan dan kemandirian petani.

“Ukuran keberhasilan petani Itu, diliat dari kesejahteraan petani. Kemerdekaan, kedaulatan petani, kemandirian petani, itu adalah ukurannya,” bebernya.

Ia menilai kondisi kesejahteraan petani masih belum banyak berubah. “Saya berharap inovasi pertanian yang berasal dari masyarakat dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat langsung bagi petani,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

Ada 740 Ribu UMKM di Sumbar, Mahyeldi Dorong Pelaku Usaha Kuasai Pemasaran Digital
Ada 740 Ribu UMKM di Sumbar, Mahyeldi Dorong Pelaku Usaha Kuasai Pemasaran Digital
Reforma Agraria, Sumbar Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Reforma Agraria, Sumbar Jajaki Kerjasama dengan Bank Tanah
Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok
Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan untuk Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok
Aksi Bela Palestina di Sumbar: Bantuan Tak Hanya Rupiah, Ada Ringgit dan Riyal
Aksi Bela Palestina di Sumbar: Bantuan Tak Hanya Rupiah, Ada Ringgit dan Riyal
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kolaborasi Dunia Usaha Meriahkan Hari Jadi Sumbar ke-81
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Kolaborasi Dunia Usaha Meriahkan Hari Jadi Sumbar ke-81
Sumbar Perkuat Aplikasi SAPILIN, Data Bencana Terintegrasi Jadi Basis Kesiapsiagaan
Sumbar Perkuat Aplikasi SAPILIN, Data Bencana Terintegrasi Jadi Basis Kesiapsiagaan