Langgam.id – Jumlah investor di pasar modal Sumatera Barat terus meningkat. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sumbar mencapai 501.131 investor atau tumbuh 139,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat Sumbar terhadap investasi di pasar modal.
“Data Juni 2026 menunjukkan total SID berjumlah 501.131 investor atau tumbuh sebesar 139,16 persen secara tahunan,” kata Roni dalam keterangan OJK, Jumat (7/8/2026).
Dari total tersebut, investor saham tercatat sebanyak 143.819 SID atau tumbuh 38,56 persen secara tahunan. Sementara investor reksa dana menjadi kelompok dengan pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 144,63 persen.
Selain itu, jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 11.261 SID atau tumbuh 26,09 persen secara tahunan. Sedangkan investor Efek Beragunan Aset (EBA) tercatat sebanyak tiga SID.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam industri pasar modal. OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat memahami produk investasi sekaligus mampu memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.
Pertumbuhan pasar modal tersebut juga berlangsung di tengah kondisi sektor jasa keuangan Sumatera Barat yang secara umum masih terjaga. Pada Juni 2026, total aset perbankan Sumbar mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen secara tahunan.
Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp65,55 triliun atau tumbuh 13,02 persen. Adapun penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen secara tahunan.
Menurut Roni, perkembangan positif sektor jasa keuangan tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi Sumatera Barat yang pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan.
OJK juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, OJK Sumbar telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi secara langsung dan 19 kegiatan edukasi secara tidak langsung melalui media sosial serta media digital.
Edukasi tersebut menyasar masyarakat umum, pelaku UMKM, pelajar, dan mahasiswa dengan materi mengenai tugas OJK, produk dan layanan industri jasa keuangan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
“Stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus terjaga, memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Roni. (HER)




