1 Ton Ikan Mati Akibat Bendungan Jebol dan Air Keruh Saat Banjir Padang

Langgam.id – Banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (03/08/2026) tidak hanya merendam permukiman warga. Bencana itu juga memukul usaha budidaya ikan di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Seorang pembudidaya ikan, Defriandi, mengaku kehilangan hampir satu ton ikan nila, setelah aliran irigasi menuju kolamnya berubah keruh akibat jebolnya bendungan di aliran Sungai Lubuk Kilangan.

Kata Defriandi, hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan bendungan di kawasan Teluk Lubuk Kilangan runtuh.

Akibatnya, aliran air menuju saluran irigasi membawa lumpur dalam jumlah besar ke kolam budidayanya.

“Setelah bendungan runtuh, air yang masuk ke kolam sangat keruh. Arusnya juga deras sehingga banyak ikan mati,” katanya, Kamis kepada Langgam.id,(6/8/2026).

Ia mengatakan memiliki lima kolam budidaya. Dari jumlah tersebut, tiga kolam terdampak langsung oleh perubahan kualitas air.

Setiap kolam berisi sekitar 15 ribu ekor ikan. Total produksi di tiga kolam itu diperkirakan mencapai sekitar 4,5 ton.

“Yang mati hampir satu ton. Sebagian besar ikan nila, ada juga ikan lele,” ujarnya.

Defriandi menduga kondisi air yang semakin keruh tidak hanya dipengaruhi jebolnya bendungan. Ia menilai aktivitas pembukaan bukit dalam proyek pembangunan Jalan Sitinjau Lauik juga memperparah sedimentasi di aliran sungai.

“Air semakin keruh karena bukit di atas dikupas. Setelah hujan, lumpurnya turun ke sungai,” ungkapnya.

Saat ini kondisi kolam juga mulai berbau. Menurutnya, aliran irigasi belum kembali normal, sehingga sirkulasi air di kolam terganggu.

Ia mengatakan usaha budidaya ikan merupakan sumber penghasilan utama keluarganya. Ikan yang dipanen biasanya dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram.

“Airnya sampai sekarang masih keruh. Kami belum bisa memulihkan kolam seperti semula,” tuturnya.

Defriandi berharap pemerintah segera memperbaiki bendungan dan memulihkan saluran irigasi. Karena, aliran tersebut tidak hanya dibutuhkan pembudidaya ikan, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, terutama di kawasan RW 2 dan Kampung Jua.

“Kalau irigasi belum normal, kami sulit memulai budidaya lagi. Masyarakat juga membutuhkan air itu,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

Petugas BPBD Agam memantau kondisi sungai mengantisipasi banjir akibat hujan deras. (Dok. BPBD Agam)
Waspada Hujan Deras, BPBD Agam Siagakan Petugas Pantau Sungai Batang Kumayo
Salah satu kafe yang terendam banjir di kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir Rendam Kafe-kafe di Seputaran Kampus III UIN Imam Bonjol Padang
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Hujan Deras Picu Banjir di Kota Padang, Lubuk Minturun dan Guo Kembali Terendam
Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan, Sejumlah Titik Butuh Alat Berat
Polresta Padang akhirnya membekuk terduga pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di sebuah hotel di Padang. (Dok. Polresta Padang)
Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Hotel Padang Ditangkap, Diburu Gegara Ponsel Tertinggal
Kota Padang Terapkan PJJ 9-10 Oktober akibat Kabut Asap
Kota Padang Terapkan PJJ 9-10 Oktober akibat Kabut Asap