Sempat Tertahan Ombak 3 Meter, Tim SAR Berhasil Evakuasi Kapal Nelayan yang Mati Mesin

Sempat Tertahan Ombak 3 Meter, Tim SAR Berhasil Evakuasi Kapal Nelayan yang Mati Mesin

Basarnas mengevakuasi kapal nelayan KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Angso Duo. (Foto: Basarnas Padang)

Langgam.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang berhasil mengevakuasi kapal nelayan KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (6/8/2026).

Seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, setelah operasi pencarian dan pertolongan yang sempat terkendala cuaca buruk.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Abdul Malik mengatakan, operasi SAR resmi diusulkan ditutup setelah kapal berhasil ditarik atau dievauasi hingga sandar dengan aman di Pelabuhan Bungus.

“Alhamdulillah, KM Halim Wijaya berhasil ditemukan dan dievakuasi. Kedua awak kapal dalam keadaan selamat, dan kapal berhasil kami tarik hingga tiba dengan aman di Pelabuhan Bungus,” kata Abdul, Kamis (6/8/2026). 

Ia menjelaskan, kapal berukuran 17 meter tersebut berangkat dari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, menuju Bungus, Kota Padang, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan membawa dua orang di atas kapal.

Namun sekitar pukul 16.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin di tengah laut. Upaya perbaikan yang dilakukan awak kapal hingga pukul 20.10 WIB tidak membuahkan hasil. 

Sekitar pukul 21.00 WIB, salah seorang awak kapal, Ali, menghubungi pemilik kapal, Medri, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Padang.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas langsung mengerahkan KN SAR Yudistira dengan sembilan personel serta empat orang dari pihak pemilik kapal menuju lokasi kejadian pada pukul 22.24 WIB.

Namun, dalam perjalanan tim dihadang cuaca ekstrem. Abdul Malik mengungkapkan, hujan deras disertai badai dan gelombang laut mencapai sekitar tiga meter membuat pelayaran tidak aman sehingga kapal penyelamat terpaksa kembali ke Pelabuhan Bungus pada pukul 01.15 WIB.

“Keselamatan personel menjadi prioritas. Karena kondisi laut tidak memungkinkan, tim memutuskan kembali ke pelabuhan sambil menunggu cuaca membaik,” jelasnya. 

Setelah kondisi cuaca mulai bersahabat sekitar pukul 03.45 WIB, KN SAR Yudistira kembali diberangkatkan menuju lokasi pencarian. Secara bersamaan, Basarnas juga mengerahkan RIB 02 untuk mempercepat proses pencarian.

Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 05.00 WIB dan langsung melakukan penyisiran. Sekitar pukul 06.20 WIB, KM Halim Wijaya berhasil ditemukan sekitar 12 mil laut dari titik pencarian awal. Tim kemudian melakukan proses towing untuk membawa kapal menuju Pelabuhan Bungus.

“Pada pukul 09.05 WIB, kapal berhasil ditarik hingga Pelabuhan Bungus dalam keadaan aman. Selanjutnya dilakukan debriefing dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup karena seluruh korban telah ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Abdul. (WAN)

Baca Juga

Sosok mayat perempuan ditemukan di aliran sungai di Nagari Barung Barung Balantai, Kacamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,
Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Terapung di Danau Singkarak
anak hanyut di pantai gandoriah
Balita Hilang saat Bermain, Diduga Hanyut Terbawa Arus Sungai di Pasaman
Seorang bocah berusia 6 tahun bernama Fadil dilaporkan terseret ombak di Pantai Padang, Senin (16/9/2024) sekitar pukul 18.00 WIB.
Bocah 6 Tahun Terseret Ombak di Pantai Padang Saat Coba Ambil Sendal
Dihantam Badai, Tujuh Pemancing Berhasil Dievakuasi Tim SAR Kota Padang
Dihantam Badai, Tujuh Pemancing Berhasil Dievakuasi Tim SAR Kota Padang
Dermaga Apung dan Gazebo di Pulau Angso Duo Rusak Berat
Dermaga Apung dan Gazebo di Pulau Angso Duo Rusak Berat
Berita Pasaman - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Basarnas melakukan pencarian empat korban hilang akibat gempa di Pasaman Barat.
Masuki Hari ke-9, Tim SAR Belum Temukan 4 Korban Hilang Gempa Pasbar