Langgam.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak para tokoh, akademisi, dan pemimpin daerah untuk membangun tradisi menulis sebagai upaya mewariskan gagasan kepada generasi mendatang. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran tujuh buku karya Guspardi Gaus dalam rangka peringatan 70 tahun tokoh politik asal Sumatera Barat itu di Auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus” itu menjadi ruang refleksi atas perjalanan pengabdian Guspardi sebagai akademisi, politisi, dan tokoh masyarakat yang telah berkiprah di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menilai Guspardi Gaus merupakan sosok yang berhasil memadukan nilai-nilai adat Minangkabau, intelektualitas, spiritualitas, dan pengalaman kepemimpinan dalam perjalanan pengabdiannya.
“Pada diri Pak Guspardi hadir nilai-nilai Minangkabau secara utuh. Beliau adalah seorang datuk, cendekiawan, akademisi, sekaligus tokoh yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional. Sosok seperti inilah yang perlu menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, peluncuran tujuh buku tersebut bukan sekadar seremoni penerbitan karya, melainkan langkah penting untuk mendokumentasikan pemikiran dan pengalaman seorang tokoh agar dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.
Mahyeldi menilai Sumatera Barat memiliki banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Namun, tidak semua gagasan dan pengalaman mereka terdokumentasi dengan baik dalam bentuk karya tulis.
Karena itu, ia mengajak para tokoh untuk membiasakan diri menulis sehingga pengalaman, pemikiran, dan nilai-nilai kepemimpinan tidak hilang ditelan waktu.
“Warisan pemikiran tidak cukup hanya disampaikan secara lisan. Ia harus dituliskan agar dapat dibaca, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang. Budaya literasi inilah yang perlu terus kita kuatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Guspardi Gaus menjelaskan tujuh buku yang diluncurkan merupakan kompilasi pemikiran, pandangan, serta dokumentasi aktivitasnya selama menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI. Seluruh materi disusun dari arsip berita, catatan, dan dokumentasi yang telah dikumpulkannya secara konsisten sejak berkarier sebagai akademisi.
“Ketujuh buku ini merupakan kumpulan pemikiran dan dokumentasi selama lima tahun menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI. Saya berharap karya ini dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus berpikir kritis, berkontribusi bagi daerah, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Guspardi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, para tokoh nasional, akademisi, sahabat, dan seluruh pihak yang telah mendukung penerbitan ketujuh buku tersebut. Menurutnya, berbagi pengalaman melalui karya tulis merupakan salah satu bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.
Peluncuran tujuh buku Guspardi Gaus turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, tokoh masyarakat Musliar Kasim, Ketua Bundo Kanduang Sumbar Puti Reno Raudha Thaib, Hendra Irwan Rahim, Syukri Iska, Hasril Chaniago, para akademisi, pimpinan organisasi, serta tamu undangan lainnya. (HER)




