Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Meski dinamika politik daerah tengah menghangat, pemerintah daerah memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan tetap berjalan sesuai rencana.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakernis) persiapan Porprov yang digelar di Ruang Rapat Bupati Lima Puluh Kota, Kamis (30/7/2026). Rapat dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima Puluh Kota Elsiwa Fajri, Ketua Panitia Persiapan Porprov Septri, unsur KONI, Technical Delegate (TD) cabang olahraga, serta panitia penyelenggara.
Pada Porprov XVI Sumbar 2026 yang berlangsung pada 2-14 Oktober mendatang, Kabupaten Lima Puluh Kota akan menjadi tuan rumah untuk tiga cabang olahraga, yakni pencak silat di Aula Kampus Politani Payakumbuh, futsal di Situjuh, dan menembak di Lapangan Tembak Polres Lima Puluh Kota.
Kepala Dispora Kabupaten Lima Puluh Kota, Elsiwa Fajri, mengatakan secara umum kesiapan daerah sebagai tuan rumah tidak mengalami kendala. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga terus berjalan dengan baik.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini lebih kepada dinamika politik daerah, menyusul penolakan DPRD terhadap pertanggungjawaban keuangan yang disampaikan kepala daerah. Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak akan memengaruhi penyelenggaraan Porprov.
“Eskalasi politik di sini insya Allah tidak akan mengganggu jalannya Porprov maupun penganggarannya,” kata Elsiwa.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota telah menyiapkan berbagai langkah agar kebutuhan anggaran penyelenggaraan Porprov tetap dapat dipenuhi melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Ketua Panitia Persiapan Porprov, Septri, mengatakan rapat koordinasi membahas perkembangan kesiapan tuan rumah bersama pengurus provinsi dan pengurus cabang olahraga.
Pembahasan meliputi kesiapan venue pertandingan, akomodasi wasit dan panitia, kondisi teknis pelaksanaan, hingga koordinasi terkait kebutuhan kontingen peserta.
Selain mematangkan seluruh rencana, panitia juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan selama pelaksanaan pertandingan.
“Selain perencanaan yang dimatangkan, tentu harus ada juga alternatif yang disiapkan dan dikoordinasikan dengan dinas maupun pemerintah daerah untuk masing-masing cabang olahraga agar pelaksanaan Porprov berjalan lancar,” ujarnya.
Septri menambahkan, rapat teknis tersebut semakin memperkuat koordinasi antara panitia, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah. Menurutnya, komunikasi yang solid menjadi modal penting untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai target.
“Secara persiapan, tuan rumah sudah clear. Alhamdulillah, semua pihak sudah duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan sehingga pelaksanaan Porprov nanti diharapkan dapat berjalan dengan sukses,” katanya. (HER)






