Langgam.id – Sebanyak 13 orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di jalan wilayah Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), selama Januari-Juli 2026 atau kurun waktu tujuh bulan belakanngan.
Puluhan korban meninggal ini tercatat dalam 77 kecelakan yang terjadi. Selain korban jiwa, juga terdapat dua korban luka berat, dan 125 orang mengalami luka ringan. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp224,7 juta.
Selama lebih satu semester tahun ini, polisi juga telah menyelesaikan 62 perkara kecelakaan. Sebanyak 15 perkara masih dalam proses penanganan.
Kasat Lantas Polres Solok AKP Rido, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat saat libur sekolah menjadi salah satu faktor yang memicu kecelakaan. Banyak pengendara yang melintas belum memahami karakteristik jalan di Kabupaten Solok.
Tidak hanya itu, kondisi cuaca dan jalan juga turut memengaruhi terjadinya kecelakaan.
“Pas libur sekolah banyak pengendara tidak menguasai medan jalan. Faktor cuaca dan kondisi jalan juga berpengaruh,” kata Rido kepada Langgam.id, Kamis (30/07/2026).
Kecelakaan terbanyak terjadi pada Februari dengan 16 kasus. Disusul Maret 13 kasus, Januari dan Juli masing-masing 10 kasus, Mei 12 kasus, April sembilan kasus, serta Juni tujuh kasus.
“Dari 77 kasus kecelakaam, paling dominan dialami mobil paling banyak,” ungkapnya.
Rido mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan di Kabupaten Solok. Menurutnya, pengendara perlu menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan dan cuaca.
Ia juga meminta pengendara memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi jalur yang memiliki banyak tikungan, tanjakan, dan turunan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Pengendara diharapkan selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas,” pungkasnya. (WAN)






