Langgam.id- Dampak banjir yang terjadi pada Sabtu sore (25/07/2026) di Jorong Kubu dan Jorong Nagari, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, masih dirasakan warga hingga Minggu (26/07/2026). Selain memutus jalan penghubung antarkampung, banjir juga merendam satu unit rumah warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Tumayo dan Sungai Ranngeh meluap.
“Dampak paling signifikan adalah putusnya jalan jirat yang menghubungkan Jorong Nagari dengan Jorong Kubu. Selain itu, satu rumah warga juga sempat terendam,” kata Abdul Ghafur Minggu (26/07/2026).
Ia menjelaskan, di Jorong Kubu banjir terjadi setelah tanggul Sungai Tumayo jebol. Air menggenangi halaman rumah dan ruas jalan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Sementara itu, di Jorong Nagari, luapan Sungai Ranngeh merendam rumah milik Fauziah dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Jalan jirat yang menjadi akses penghubung dua jorong ikut terputus akibat derasnya arus.
Abdul Ghafur menyebutkan, petugas BPBD telah melakukan asesmen dan pendataan bersama pemerintah kecamatan serta pemerintah nagari. Hingga saat ini, kondisi banjir telah surut, namun dampak berupa kerusakan infrastruktur masih menjadi perhatian.
“Saat ini genangan air sudah surut. Kami masih melakukan pendataan dampak dan berkoordinasi untuk penanganan lanjutan, terutama akses jalan yang terputus,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (26/7/2027). (HER)





