Langgam.id – Seorang dosen Universitas Fort De Kock Bukittinggi yang diduga menjadi korban tindakan kekerasan saat bentrokan dengan petugas Satpol PP lingkungan kampus, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi.
Dalam video beredar, korban terlihat mengenakan baju kuning dikeroyok saat berlangsungnya penguasaan lahan di lingkungan kampus.
Penasihat Hukum Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Guntur Abdurrahman, mengatakan aparat Pemerintah Kota Bukittinggi bersama personel Satpol PP diduga memasuki lingkungan kampus tanpa izin.
Ia menyebut aparat diduga masuk ke area kampus dengan cara memanjat pagar, sebelum melakukan penguasaan secara paksa terhadap lahan yang diklaim sebagai milik Universitas Fort De Kock.
“Aparat masuk ke lingkungan kampus dengan cara memanjat pagar dan kemudian melakukan penguasaan secara paksa terhadap lahan yang diklaim sebagai milik Universitas Fort De Kock,” kata Guntur kepada Langgam.id, Kamis (23/7/2026).
Menurut Guntur, ketika pihak kampus memberikan teguran, diduga terjadi tindakan kekerasan terhadap seorang dosen dan petugas keamanan kampus. Akibat insiden itu, korban mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi terbaru yang diterima Langgam.id, dosen yang menjadi korban tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina pada dini hari, setelah mengalami keluhan pusing dan muntah-muntah yang diduga merupakan dampak dari tindakan kekerasan yang dialaminya.
“Hingga hari ini, korban dilaporkan masih menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya. (WAN)






