Langgam.id – Siswa baru SMKN 2 Kota Padang mendapat wejangan agar bijak bermedia sosial dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Wejangan itu disampaikan Content Creator dan Social Media Expert, Mukhtar Syafi’i, dalam sesi berbagi pengalaman, Kamis (16/07/2026).
Sesi itu digelar di Aula SMKN 2 Kota Padang. MPLS Ramah 2026 mengangkat tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah” dan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, diikuti 500 siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Pelaksana MPLS Ramah 2026 yang juga Guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 2 Kota Padang, Rizki Hangga Kusuma, menyampaikan alasan sekolah menekankan wejangan bijak bermedia sosial kepada siswa baru. Ia mengatakan sejumlah kasus di dunia maya turut memengaruhi proses belajar siswa.
“Di sekolah ini memang sedang fokus memberikan edukasi kepada para siswa agar lebih berhati-hati di dunia maya, karena beberapa kasus terjadi seperti cyberbully, komentar negatif, dan ini mempengaruhi proses di dalam belajar mereka,” kata Rizki.
Materi tersebut senada dengan wejangan yang disampaikan Mukhtar Syafi’i. Pria yang akrab disapa Pi’i itu mengatakan jejak digital bersifat abadi.
“Hal buruk yang kita posting hari ini akan berpengaruh ketika nanti saat melamar pekerjaan atau berkarier,” katanya.
Pi’i turut mengajak siswa mengalihkan energi kreatif dengan membangun personal branding lewat konten yang baik dan bermanfaat. Menurutnya, konten semacam itu dapat menjadi portofolio untuk masa depan siswa.
“Ciptakan konten sebagai portofolio untuk masa depanmu, pastilah punya nilai baik dan manfaat untuk audiensmu,” ungkapnya.
Ia mengingatkan pentingnya membangun personal branding lewat konten yang konsisten. Ia meminta siswa memastikan akun media sosial mencerminkan keahlian yang dimiliki.
“Maka, pastikan setiap akun sosial media kita harus mencerminkan keahlian yang kita miliki. Bangunlah kepercayaan dari setiap konten yang kita hasilkan, bisa edukasi, tutorial, dan hal lain yang memberikan kebaikan dan manfaat,” katanya.
Ia turut memberikan gambaran niche konten yang dapat dikembangkan siswa untuk membangun personal branding sebagai content creator. Menurutnya, jurusan yang tengah ditempuh siswa dapat dijadikan niche konten.
“Jurusan yang sedang Anda ambil sekarang adalah niche konten terbaik. Pastikan kalian menekuni itu dan ahli di bidangnya, kemas dengan konten edukatif atau rekayasa proyek sebagai uji coba, lalu review itu. Buat kontennya, percayalah itu akan menjadi portofolio terbaik yang Anda miliki,” bebernya.

SMKN 2 Kota Padang memiliki sejumlah jurusan, di antaranya Bisnis Digital, Bisnis Ritel, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Jurusan lain yakni Teknik Komputer dan Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Usaha Layanan Wisata.
Dalam sesi tersebut, peserta turut menonton sejumlah konten hasil karya Pi’i. Peserta kemudian diajak berdiskusi membedah cara membuat konten dan memilih niche untuk personal branding.
Pi’i juga membagikan tips dan trik membuat konten di berbagai platform media sosial. Menurutnya, pemilihan niche menjadi kunci menarik perhatian penonton di berbagai platform.
“Memilih niche adalah kunci untuk mendapatkan hati penonton dari berbagai platform. Berikan lima konten di platform dan biarkan algoritma bekerja mencari penonton yang suka dengan konten Anda. Jika viral, lanjutkan dengan pola yang sama,” ujarnya.
Selain wejangan bijak bermedia sosial dan personal branding, siswa baru turut menerima sejumlah materi lain dalam MPLS Ramah 2026. Materi itu meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta kenakalan remaja seperti tawuran dan balap liar.
Siswa juga diperkenalkan dengan Budaya 5S yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Selain itu, ada pula Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri).
Pi’i menutup wejangannya dengan berharap para siswa terus bijak bermedia sosial, berkreativitas membangun personal branding, dan menggali potensi diri.
“Percayalah di luar sana butuh potensi yang kalian miliki. Pastikan Anda temukan potensi itu dan fokuslah. Namun tetaplah rendah hati, jaga sikap, adab, dan akhlak. Sebab itulah nilai paling tinggi dari semuanya,” ucap Pi’i. (WAN)






